Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Selain Bermakna Nafsu, Ini Empat Makna Nafs dalam Alquran

Kamis 01 Dec 2022 14:12 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil

Selain Bermakna Nafsu, Ini Empat Makna<em> Nafs</em> dalam Alquran. Foto: Nafsu makan yang bertambah akibat kurang olahraga (ilustrasi)

Selain Bermakna Nafsu, Ini Empat Makna Nafs dalam Alquran. Foto: Nafsu makan yang bertambah akibat kurang olahraga (ilustrasi)

Foto: Boldsky
Nafsu berasal dari kata 'nafs', yang memiliki banyak makna.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nafsu dalam pemahaman umum dimaknai sebagai sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan biologis, materi, maupun hal lain yang bersifat duniawi. Namun dalam bahasa Arab, nafsu berasal dari kata 'nafs', yang memiliki banyak makna sebagaimana ditunjukkan dalam Alquran.

Dalam buku tafsir Kementerian Agama, dipaparkan, 'nafs' dimaknai sebagai spesies manusia atau totalitas diri seseorang. Dalam beberapa ayat Alquran, makna inilah yang umum digunakan. Seperti pada Surah Al-An'am ayat 98:

Baca Juga

"Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui."

Makna kedua 'nafs' adalah hati atau kalbu. Makna ini digunakan dalam Alqurah Surah Al-Isra ayat 25: "Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat."

Ketiga, 'nafs' memiliki makna jiwa atau ruh atau sesuatu yang bernyawa. Makna ini terdapat dalam Alquran Surah Ali Imran ayat 145:

"Dan setiap yang bernyawa tidak akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala (dunia) itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala (akhirat) itu, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."

Keempat, 'nafs' juga memiliki makna yaitu Dzat Allah Yang Mahasuci, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-An'am ayat 12: "Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman."

Kelima, 'nafs' bermakna 'kecenderungan' atau nafsu. Makna inilah yang umumnya digunakan oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Makna 'nafs' sebagai nafsu disebutkan dalam Alquran Surah Yusuf ayat 53:

"Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang."

'Nafs' dalam makna tersebut dapat mengarah pada dua hal yakni yang positif dan negatif. Misalnya, nafsu seksual yang bisa menjadi positif atau negatif. Menjadi positif jika dilakukan dengan cara yang sesuai ajaran Islam dan bertujuan untuk melanjutkan generasi umat manusia.

Namun nafsu seksual menjadi negatif ketika diumbar atau ketika bertentangan dengan aturan syariat. Dalam hal ini, Allah SWT memberi pilihan kepada manusia, antara memilih yang positif atau negatif. Allah SWT berfirman, "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)..." (QS Al-Balad ayat 10)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA