Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Perhatian Serius Pemerintah ke UMKM Disebut Bisa Selamatkan Indonesia dari Resesi

Kamis 01 Dec 2022 13:21 WIB

Red: Muhammad Hafil

UMKM (ilustrasi)

UMKM (ilustrasi)

Foto: UGM
Hampir di semua kementerian mempunyai nomenklatur UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah menilai perhatian serius Pemerintah kepada UMKM sangat membantu menstabilkan ekonomi nasional menghadapi ancaman resesi tahun depan. Pasalnya, perhatian Pemerintah menambah gairah para pelaku usaha untuk terus berkembang.

“Perhatian pemerintah terhadap UMKM sudah baik dan serius. kita bisa melihat, hampir di semua kementerian mempunyai nomenklatur UMKM. khususnya Mitra komisi VI, semua kementerian dan lembaga mempunyai program untuk UMKM,” kata Siti Mukaromah saat dihubungi, Kamis (1/12/2022).

Baca Juga

Dikatakan Siti Mukaromah, berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Keuangan UMKM berhasil menyumbang 90% dari kegiatan bisnis dan berkontribusi lebih dari 50% lapangan pekerjaan di seluruh dunia. Artinya, UMKM yang ada di Indonesia saat ini mampu menjadi penyelemat buat Indonesia menghadapi ancaman resesi nanti. 

“Kita juga bisa menilai keseriusan pemerintah dari angka pertumbuhannya. "Insya Allah akan dapat terhindar dari resesi, Pemberdayaan Ekonomi Domestik menjadi salah satu langkah yang harus ditempuh, yakni penguatan produk lokal, Penguatan dan pemberdayaan UMKM, hingga hilirisasi industri berbasis SDA untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor,” ujarnya.

Menurut politikus PKB yang akrab disapa Erma itu, prediksi resesi ekonomi pada tahun 2023 telah memicu perbincangan panas di dunia. Faktor-faktor yang memungkinkan resesi itu terjadi berasal dari ketidakpastian ekonomi global diantaranya dampak perang Rusia-Ukraina, inflasi barang dan jasa, tingginya suku bunga, serta depresiasi mata uang di beberapa negara berkembang.

“Situasi demikian menimbulkan kekhawatiran pemerintah di berbagai negara belahan dunia dan memandang perekonomian global memberikan dampak negatif terhadap ekonomi domestik di negara mereka,” ujarnya.

Diakui anak buah Muhaimin Iskandar itu, sejak Indonesia merdeka mengalami beberapa kali fluktuasi perekonomian. Pada tahun 1995 pernah mencapai posisi puncak pertumbuhan 8,2 persen, kemudian tahun 1998 mengalami krisis, kemudian naik lagi namun di tahun ini masih stabil.

“Alhamdulillah tahun ini naik kembali dan cenderung stabil dan bagus. Alhamdulillah kita belum pernah mengalami Depresi, semoga tidak akan pernah terjadi di negara kita,” ungkapnya.

Kabar baiknya, kata Erma, Pemerintah memasukkan UMKM sebagai salah satu pilar dalam rencana Pemuihan Ekonomi Nasional (PEN), dan itu terbukti dengan kebijakan yang di mewajibkan setiap Kementerian harus mempunyai program pengembangan UMKM.

“Saat ini Pemerintah sudah mempunyai banyak program yang bagus untuk UMKM. Tetapi yang harus diperhatikan adalah akurasi data,” jelasnya.

“Kami berharap juga pemerintah mempunyai komunikasi yang baik dengan DPR selaku pemangku wilayah. Di dapil kami misalnya, banyak pelaku usaha kecil yang sama sekali belum pernah tersentuh program pemerintah,” pungkasnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA