Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Istana Buckingham Minta Maaf ke Pemimpin Lembaga Amal Kulit Hitam Inggris

Kamis 01 Dec 2022 09:20 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Esthi Maharani

Istana Buckingham telah meminta maaf kepada seorang pemimpin lembaga amal kulit hitam asal Inggris, yakni Ngozi Fulani.

Istana Buckingham telah meminta maaf kepada seorang pemimpin lembaga amal kulit hitam asal Inggris, yakni Ngozi Fulani.

Foto: AP/Alberto Pezzali
Sosok SH yang mencecar asal Ngozi Fulani ternyata adalah Lady Susan Hussey.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Istana Buckingham telah meminta maaf kepada seorang pemimpin lembaga amal kulit hitam asal Inggris, yakni Ngozi Fulani. Permintaan maaf itu disampaikan setelah Fulani dipaksa menjawab dari mana dia berasal ketika menghadiri acara yang digelar Permaisuri Camilla untuk menyoroti kekerasan terhadap perempuan.

Fulani adalah kepala eksekutif Sistah Space yang berbasis di London. Dia merupakan advokat terkemuka bagi para penyintas kekerasan dalam rumah tangga di Inggris, terutama di kalangan warga keturunan Afrika dan Karibia. Pada Selasa (29/11/202) lalu, Fulani bersama 300 tamu lainnya memenuhi undangan acara yang digelar Permaisuri Camilla di Istana Buckingham. Acara itu diselenggarakan khusus untuk membahas kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.

Ketika berada di Istana Buckingham, seorang anggota keluarga Kerajaan Inggris tiba-tiba menghampiri Fulani dan menanyakan dari mana dia berasal. Fulani mengunggah penggalan percakapannya dengan tokoh berinisial “SH” itu di akun Twitter pribadinya, Rabu (30/11/2022).

Saat pertama kali ditanya oleh SH, Fulani segera menjawab bahwa dia mewakili Sistah Space. Setelah dijawab demikian, SH kembali bertanya dari mana Fulani berasal. Fulani pun menimpali lagi dengan mengatakan bahwa organisasinya berbasis di Hackney.

Setelah itu, SH kembali bertanya, “Dari bagian Afrika mana Anda berasal?” Mendengar pertanyaan itu, Fulani menjawab bahwa dia tidak tahu. SH pun bertanya lagi tentang apa kewarganegaraan Fulani. “Dari sini, Inggris,” jawab Fulani. Fulani bahkan mesti harus menjelaskan bahwa dia lahir di Inggris dan menyandang kewarganegaraan negara tersebut.

Pertanyaan tentang dari mana Fulani berasal terus diajukan SH hingga akhirnya aktivis perempuan itu menjawab bahwa orang tuanya tiba di Inggris pada dekade 1950-an. Mendengar itu, SH kemudian menimpali dengan mengatakan Fulani berasal dari Karibia.

Fulani menyanggah dan mengatakan bahwa dia bernenek moyang Afrika, keturunan Karibia, serta berkewarganegaraan Inggris. Di akun Twitter-nya, Fulani tak menuntaskan bagaimana percakapannya dengan SH berakhir. Dia hanya mengungkapkan bahwa perasaannya bercampur aduk mengalami hal demikian.

Atas kejadian itu, Istana Buckingham pun segera menyampaikan permintaan maaf kepada Fulani. Istana Buckingham mengatakan, kejadian yang menimpa Fulani tak dapat diterima dan sangat disesalkan.

“Kami telah menghubungi Ngozi Fulani mengenai masalah ini, dan mengundangnya untuk mendiskusikan semua elemen pengalamannya secara langsung jika dia mau,” kata Istana Buckingham dalam sebuah pernyataan, dilaporkan BBC.

"Sementara itu, individu yang bersangkutan ingin menyampaikan permintaan maafnya yang mendalam atas luka yang ditimbulkan dan telah mundur dari peran kehormatannya dengan segera,” kata Istana Buckingham terkait sosok SH yang mencecar Fulani dengan pertanyaan dari mana dia berasal.

Sosok SH yang mencecar Fulani ternyata adalah Lady Susan Hussey. Tokoh berusia 83 tahun itu merupakan orang kepercayaan dekat mendiang Ratu Elizabeth II. Hussey pun sempat mendampingi Ratu Elizabeth dalam pemakaman Pangeran Philip tahun lalu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA