Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Rame-Rame Wujudkan UMKM Berdaya Saing Tinggi

Kamis 01 Dec 2022 02:57 WIB

Red: Budi Raharjo

Tahun ini Bank Mandiri bersama Yokke dan DOKU menggelar kembali ajang UMKM Merah Putih 2022 dengan tema Recover Together Through Digital Innovation yang diikuti ribuan UMKM.

Tahun ini Bank Mandiri bersama Yokke dan DOKU menggelar kembali ajang UMKM Merah Putih 2022 dengan tema Recover Together Through Digital Innovation yang diikuti ribuan UMKM.

Foto: Istimewa
Sementara pemerintah menargetkan 30 juta UMKM onboarding digital pada 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Pemanfaatan teknologi digital berkembang pesat terutama setelah muncul pandemi Covid-19. Peran dan penerapan digital ini bahkan telah menjadi model bisnis baru di sektor industri, terutama usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Tren ini pun menjadikan pelatihan serta bimbingan bagi para pelaku UMKM menjadi sarana yang tepat untuk meningkatkan daya saing yang dapat memberikan dampak positif. "Kami meyakini bahwa dengan banyak diberikannya akses bimbingan dan pelatihan bagi para pelaku UMKM ini, maka para pengusaha akan semakin optimal, kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dan menjalankan usaha mereka," ujar Direktur Jaringan & Retail Banking  Bank Mandiri, Aquarius Rudianto.

Berangkat dari pemahaman itu, tahun ini Bank Mandiri bersama Yokke dan DOKU menggelar kembali ajang UMKM Merah Putih 2022 dengan tema 'Recover Together Through Digital Innovation' yang diikuti ribuan UMKM. Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya event kali ini akan diadakan dalam serangkaian acara, mulai dari seremonial pembukaan, bazaar offline dan online, serta pelatihan offline maupun webinar.

Berlokasi di Assembly Hall Lantai 10, Menara Mandiri 1, bazaar offline dimeriahkan dengan kehadiran puluhan merchant UMKM. Sebagian besar merchant merupakan UMKM binaan dari Rumah BUMN, Kemenkop UKM, dan instansi lainnya. Adapun bazzar berlangsung 28 November - 30 November 2022.

 

Selain bazaar offline, keunikan utama untuk event tahun ini adalah adanya bazaar online yang sudah dimulai sejak 28 November hingga 31 Desember 2022 dengan menggunakan microsite yang mengusung konsep virtual city. Melalui inovasi ini, pengunjung dapat merasakan sensasi baru berbelanja secara digital di merchant-merchant UMKM dengan mengakses website https://virtualcity.yokke.co.id.

Pelatihan offline dan webinar juga diadakan pada 30 November, 5 Desember, dan 7 Desember 2022, dengan materi pelatihan yang beragam seperti branding secara digital, solusi platform digital untuk pembayaran dan manajemen toko. "Tidak hanya itu, kami juga memberikan pelatihan terkait aspek legalitas dan hukum dalam UMKM yang akan dibahas didalam sesi pelatihan ini oleh praktisi di bidangnya," kata Aquarius.

Aquarius menambahkan inisiatif pelaksanaan ajang tahunan UMKM Merah Putih dengan skala yang semakin besar sejalan dengan upaya pemerintah mendorong UMKM go digital. Menurut data Kemenkop UKM, jumlah UMKM yang sudah onboarding ke dalam ekosistem digital per Juni 2022 mencapai 19,5 juta atau 30,4 persen dari total pelaku UMKM yang sekitar 65 juta unit. Sementara pemerintah menargetkan 30 juta UMKM onboarding digital pada 2024.

Tak hanya itu, Bank Mandiri secara aktif terus melakukan berbagai inisiatif dan menjalankan fungsi intermediasi untuk berkontribusi dalam mendukung UMKM di dalam negeri. Tercatat, sampai dengan akhir Oktober 2022 total penyaluran kredit ke sektor UMKM (Mikro dan UKM) telah mencapai Rp 143 triliun. "Kemudian adanya pembukaan tabungan mikro sebesar 6,6 juta rekening, pendistribusian QRIS sebanyak 4,7 juta, dan pelatihan-pelatihan UMKM yang berhubungan dengan digitalisasi," imbuhnya. 

Sementara itu, Yokke memahami pemberdayaan UMKM memerlukan peran aktif dari berbagai pihak. Direktur Utama Yokke Niniek S Rahardja mengatakan, sinergi UMKM Merah Putih 2022 adalah kontribusi nyata Yokke bersama Bank Mandiri dan DOKU untuk berperan aktif mendorong proses digitalisasi UMKM agar dapat berkembang lebih pesat lagi.

Tidak cukup hanya dengan akses permodalan dan pelatihan bisnis, pelaku usaha juga perlu memiliki akses kepada platform yang dapat memudahkan mereka untuk mengelola dan mengembangkan usahanya. YokkeBiz hadir menjawab kebutuhan pengusaha terhadap platform yang dapat membantu mendigitalisasi usahanya.

"Integrasi lengkap ke berbagai aplikasi layanan logistik, pembukuan, perpajakan, accounting, marketplace sampai dengan online web store memberikan kemudahan pengelolaan dan pengembangan bisnis bagi para pelaku UMKM," ungkap Niniek.  

Chief Marketing Officer DOKU, Himelda Renuat, menyatakan pesatnya jumlah UMKM yang telah go digital dan target onboarding digital UMKM dari pemerintah yang cukup agresif tahun depan memerlukan sinergi yang solid semua pihak. Tak terkecuali dari penyedia platform pembayaran seperti DOKU. "Kami memandang ketersediaan opsi pembayaran yang beragam melalui single platform bisnis sebagai komponen penting bagi para UMKM menuju pertumbuhan dan ekspansi bisnis yang efisien," ucapnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA