Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Giliran Allegri dan Cherubini Ingin Undur Diri dari Juventus, Tapi Ditolak

Rabu 30 Nov 2022 23:31 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Gilang Akbar Prambadi

 Presiden tim sepak bola Juventus Andrea Agnelli tiba sebelum dimulainya latihan bebas ketiga di arena pacuan kuda Monza, di Monza, Italia, Sabtu, 10 September 2022.

Presiden tim sepak bola Juventus Andrea Agnelli tiba sebelum dimulainya latihan bebas ketiga di arena pacuan kuda Monza, di Monza, Italia, Sabtu, 10 September 2022.

Foto: AP/Luca Bruno
Prahara di Juventus terus terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Ada yang tidak beres dengan Juventus. Ini bukan tentang perkara teknis pemainnya.

Kompetisi antar klub rehat sejenak. Angel di Maria dan rekan-rekan sedang tampil di Piala Dunia 2022. Persoalan di Juve terkait situasi di manajemennya.

Baca Juga

Sebelumnya, jajaran direksi Bianconeri mengundurkan diri. Itu termasuk Presiden Andrea Agnelli, Wakil Presiden Pavel Nedved serta CEO Maurizio Arrivabene. Teranyar pelatih si Nyonya Tua, Massimiliano Allegri serta Direktur Federico Cherubini ingin mengambil langkah serupa.

"Allegri dan Cherubini juga ingin mengundurkan diri dari Juventus, tetapi klub menolak keinginan mereka," demikian laporan La Gazzetta dello Sport, dikutip dari Football Italia, Rabu (30/11/2022).

CEO Exor yang merupakan perusahaan induk Juventus, John Elkann menolak permintaan dua tokoh tersebut. Artinya Elkann ingin carut marut ini tidak mengganggu fokus skuat Bianconeri. Pada saat yang sama, target meraih trofi tetap harga mati.

"Setelah pengunduran diri mereka ditolak, Allegri dan Cherubini mulai menghubungi para pemain, berusaha meyakinkan dan menjelaskan situasinya," tambah laporan dari Football Italia.

Segenap jugador Bianconeri sedang terpencar. Ada yang masih berada di Qatar. Ada juga yang tetap beraktivitas di Turin.

Semuanya terkejut mendengar berita ini. Banyak diskusi terlihat dalam obrolan di grup whatsapp mereka. Beberapa tidak percaya dengan situasi ini dan penasaran bagaimana kelanjutannya.

FIGC membuka penyelidikan atas tuduhan  bahwa Juve diam-diam membayar gaji pemain pada tahap awal pandemi. Jika klub dinyatakan bersalah, mereka dapat menghadapi hukuman berat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA