Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Bupati Cianjur: Hubungi Posko Sebelum Sumbang Korban Gempa

Kamis 01 Dec 2022 03:48 WIB

Rep: Rr laeny sulisyawati/ Red: Hiru Muhammad

Sejumlah truk berisi bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur siap diberangkatkan, di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (28/11/2022). Pemkot Bandung menyalurkan bantuan dana dan barang senilai Rp 845 juta lebih kepada korban gempa di Kabupaten Cianjur. Dana tersebut berasal dari infaq dan sedekah para aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemkot Bandung. Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan penderitaan masyarakat yang terkena musibah.

Sejumlah truk berisi bantuan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur siap diberangkatkan, di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (28/11/2022). Pemkot Bandung menyalurkan bantuan dana dan barang senilai Rp 845 juta lebih kepada korban gempa di Kabupaten Cianjur. Dana tersebut berasal dari infaq dan sedekah para aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemkot Bandung. Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan penderitaan masyarakat yang terkena musibah.

Foto: Edi Yusuf/Republika
Berdasarkan evaluasi di lapangan, ternyata pembagian bantuan tidak merata

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Cianjur Herman Suherman mengimbau sumbangan yang akan diberikan untuk korban gempa Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu supaya terlebih dahulu menghubugi posko milik jajaran pemerintah daerah (pemda). Sebab, bantuan yang disalurkan untuk korban terdampak gempa ternyata tak merata.

"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat/relawan/donasi yang saat ini akan diberikan kepada korban bencana alam maka diimbau untuk penyaluran donasi bantuannya dipersilakan menghubungi posko kami yang ada di pemerintah daerah, Polres Cianjur, dan Kodim 0608 Cianjur," ujarnya saat konferensi virtual, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga

Artinya, dia melanjutkan, penyampaian sumbangan dari organisasi dan lembaga tidak langsung di lokasi bencana alam. Pihaknya mengimbau hal ini karena berdasarkan evaluasi di lapangan, ternyata pembagian bantuan tidak merata. Ada bantuan yang menumpuk di posko, namun di posko lain ternyata tidak optimal menerima bantuan. "Sehingga, seandainya bantuan diberikan di tempat-tempat tadi maka Insya Allah bantuan untuk warga masyarakat akan merata," katanya.

Herman juga mengklarifikasi isu hoaks di media sosial bahwa warga Cianjur kini tidak membutuhkan bantuan. Ia menegaskan, masyarakat Cianjur masih tetap membutuhkan bantuan. Bukan hanya sekarang saja melainkan juga kedepannya sampai masyarakat memiliki penghasilan stabil dan ekonomi bisa tumbuh kembali dan pemulihan bisa terselesaikan. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA