Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Harga Telur Ayam Naik Lagi Jadi Rp 28 Ribu Per Kg

Rabu 30 Nov 2022 19:28 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Andi Nur Aminah

Pedagang menata telur ayam di lapaknya. Harga telur ayam kini terus merangkak naik menjelang akhir tahun  (ilustrasi)

Pedagang menata telur ayam di lapaknya. Harga telur ayam kini terus merangkak naik menjelang akhir tahun (ilustrasi)

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Sejumlah komoditas mulai naik lagi harganya menjelang akhir tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Menjelang libur akhir tahun 2022, harga kebutuhan pokok dapur rumah tangga kembali naik lagi. Komoditas yang naik tajam yakni telur ayam ras, daging ayam potong, dan beras dengan kisaran Rp Rp 1.000 sampai Rp 4.000 per kg.

Berdasarkan pemantauan Republika.co.id, Rabu (30/11/2022), harga kebutuhan pokok di pasar tradisional seperti Pasar Pasir Gintung dan Pasar Tamin, mulai naik lagi menjelang akhir tahun. Harga telur ayam naik dari Rp 24 ribu menjadi Rp 28 ribu per kg. Harga daging ayam biasanya Rp 28 ribu menjadi Rp 30 ribu per potong. Dan harga beras premium naik dari 12 ribu per kg, menjadi Rp 13 ribu per kg. Harga beras medium dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kg.

Hadi (28 tahun), penjual telur ayam Pasar Pasir Gintung Kota Bandar Lampung, mengatakan kenaikan harga telur sudah dari agen. Ia belum bisa menjawab faktor penyebab kenaikan harga telur ayam yang selama ini sudah normal di kisaran Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu per kg.

“Sekarang harga telur ayam sudah Rp 28 ribu per kg, saya tidak tahu naiknya kenapa, karena harga sudah dari agen, kami pengecer ikut saja naik,” kata Hadi, yang juga menjual kebutuhan pokok dapur rumah tangga lainnya.

Sedangkan penjual beras di Pasar Tani Kemiling Bandar Lampung, Sukardi (34), mengakui saat ini terjadi kenaikan harga beras dari biasanya. Hal ini dikarenakan sudah berakhirnya musim panen rayat, sehingga penggilingan mulai kesulitan mencari gabah. “Harga beras naik kisaran Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per kg, naiknya karena di penggilingan juga naik,” kata Sukardi.

Menurut dia, kenaikan harga beras tidak saja dikarenakan menjelang akhir tahun, namun lebih dikarenakan stok gabah yang menipis di tingkat penggilingan sehingga beras yang beredar semakin sedikit. 

Sedangkan penjual daging ayam potong mulai naik memasuki bulan Desember ini. Muntadi, penjual ayam potong mulai menaikkan harga ayam sejak dua hari terakhir. Biasanya ia menjual ayam potong utuh Rp 28 ribu sekarang sudah Rp 30 ribu. “Harga ini akan naik lagi menjelang libur akhir tahun, karena kebutuhan ayam potong biasanya meningkat, mungkin untuk hajatan dan lainnya,” katanya.

Sedangkan harga sayur mayur seperti cabai merah dan cabai rawit, bawang merah dan bawang putih, dan tomat juga kentang di pasar tradisional seperti Pasar Tamin dinilai masih normal. Meski ada pergerakan harga namun kenaikannya belum signifikan. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA