Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Kolombia Minta Status Hukum Bagi Warganya yang Sudah Berada di AS

Rabu 30 Nov 2022 16:51 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Warga menyeberangi perbatasan menuju Amerika Serikat (AS) di Tijuana, Meksiko. Kolombia meminta pemerintahan Presiden Joe Biden untuk memberikan status hukum sementara kepada warganya yang sekarang tinggal di Amerika Serikat.

Warga menyeberangi perbatasan menuju Amerika Serikat (AS) di Tijuana, Meksiko. Kolombia meminta pemerintahan Presiden Joe Biden untuk memberikan status hukum sementara kepada warganya yang sekarang tinggal di Amerika Serikat.

Foto: AP Photo/Gregory Bull
Diperkirakan, pada 2019 terdapat 171.000 orang Kolombia di AS.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Kolombia meminta pemerintahan Presiden Joe Biden untuk memberikan status hukum sementara kepada warganya yang sekarang tinggal di Amerika Serikat. Duta Besar Kolombia untuk AS, Luis Alberto Murillo Urrutia berharap, status hukum sementara dapat diberikan kepada 1,8 juta orang Kolombia yang melarikan diri dari negara tetangga, Venezuela.

Dalam sepucuk surat kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas, Murillo Urrutia meminta Presiden Joe Biden untuk memberikan status semetara bagi warga Kolombia yang sudah berada di AS. Status sementara ini disebut Deferred Enforced Departure.

Baca Juga

“Migrasi adalah masalah regional yang harus ditangani berdasarkan prinsip tanggung jawab bersama, memperkuat kerja sama regional untuk memastikan pengaturan migrasi,” tulis Murillo Urrutia dalam surat tertanggal 17 November dan dirilis oleh pejabat Kolombia pada Selasa (29/11/2022).

Permintaan itu menggemakan kesepakatan yang dibuat Biden dengan negara-negara Western Hemisphere pada Juni di Los Angeles. Kesepakatan yang disebut sebagai “Deklarasi Los Angeles” merupakan peta jalan bagi negara-negara tersebut untuk menampung migran dan pengungsi dalam jumlah besar.

 

Tidak diketahui berapa banyak orang Kolombia yang tinggal di Amerika Serikat tanpa status hukum. Institut Kebijakan Migrasi memperkirakan, pada 2019 terdapat 171.000 orang Kolombia di AS. Tetapi jumlah itu dirilis sebelum puluhan ribu migran tiba di perbatasan AS-Meksiko tahun ini. Sebagian besar dari mereka dibebaskan untuk melanjutkan kasus di pengadilan imigrasi.

Otoritas AS telah menghentikan orang Kolombia sebanyak 131.890 kali di perbatasan Meksiko selama 10 bulan pertama tahun ini. Termasuk 17.195 kali pada Oktober. Murillo Urritia menyatakan, ada hampir 2 juta warga Kolombia yang tinggal di Amerika Serikat. Namun dia tidak merinci status para migran tersebut. 

Sebagian besar warga Kolombia melarikan diri dari konflik. Pekan lalu, pemerintah Kolombia dan Tentara Pembebasan Nasional melanjutkan pembicaraan damai setelah jeda sekitar empat tahun. Kelompok pemberontak telah memperluas wilayah operasi mereka.

“Selama lebih dari 60 tahun, ratusan ribu warga Kolombia terpaksa meninggalkan negara itu karena konflik. Mereka berusaha untuk membangun kembali kehidupan mereka. Namun banyak dari mereka yang baru tiba dalam kondisi rentan dan tidak terlindungi di Amerika Serikat,” ujar Murillo Urrutia dalam suratnya.

Murillo Urrutia mengatakan, tujuan pemerintah Kolombia meminta status sementara adalah agar warganya dapat kembali ke Kolombia dengan cara yang bermartabat, atau menyesuaikan status imigrasi mereka di Amerika Serikat jika mereka memiliki jalur hukum untuk melakukannya. Pemerintahan Biden telah memperpanjang status sementara untuk migran dari beberapa negara. Pemerintahan Biden juga memberikan status sementara kepada migran dari Afghanistan, Ukraina, Myanmar, Kamerun, dan Venezuela. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA