Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Jokowi Minta Perizinan Investasi tak Dipersulit

Rabu 30 Nov 2022 13:34 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Muhammad Hafil

Jokowi Minta Perizinan Investasi tak Dipersulit. Foto:   Ilustrasi asuransi/investasi

Jokowi Minta Perizinan Investasi tak Dipersulit. Foto: Ilustrasi asuransi/investasi

Foto: Pixabay
Jokowi minta kepercayaan ke investor dijaga.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajarannya agar tak mempersulit proses perizinan investasi yang masuk ke Indonesia. Ia pun menekankan perlunya menjaga kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam sambutannya di peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional investasi tahun 2022, Rabu (30/11/2022).

Baca Juga

“Jangan sampai kita ada yang mempersulit. Saya ga mau denger lagi ada yang mempersulit, baik di pusat maupun di daerah. Baik di pusat di provinsi di kabupaten maupun di kota, semuanya jangan sampai ada yang menganggu ini,” kata Jokowi.

Ia menjelaskan, semua negara saat ini tengah berkompetisi untuk mendapatkan investasi. Sehingga arus modal masuk bisa masuk ke dalam negeri dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang sulit saat ini.

Karena itu, lanjut dia, kepercayaan para investor kepada Indonesia pun harus terus dijaga. Salah satunya dengan memberikan kemudahan pelayanan dalam berinvestasi.

“Sekarang bagaimana implementasi dari policy-policy yang telah kita ambil. Jangan sampai ada yang terganggu. Kepercayaan yang sudah kita dapatkan, jangan sampai hilang gara-gara kita salah men-treatment salah memperlakukan investasi yang masuk ke negara kita, karena ketatnya persaingan dalam merebut investasi,” jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, pemerintah selama ini juga mempelajari alasan para investor berbondong-bondong menanamkan modalnya ke negara lain. Salah satunya yakni karena ada kebijakan tambahan seperti insentif, proses perizinan yang lebih baik, dll.

“Tapi kalau nanti di dalam pelaksanaan, masih ada yang ganggu-ganggu ya sudah buyar semuanya yang namanya policy kebijakan yang kita telah design,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA