Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Pemkab Siapkan Tiga Titik Relokasi Rumah Warga Korban Gempa Cianjur

Selasa 29 Nov 2022 21:14 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Agus raharjo

Pengungsi berdoa di dalam tenda darurat di Kampung Gasol, Desa Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Beberapa pengungsi korban gempa Cianjur mengisi waktu malam hari di tenda pengungsian dengan menggelar tahlil atau menyaksikan pertandingan piala dunia. Republika/Thoudy Badai

Pengungsi berdoa di dalam tenda darurat di Kampung Gasol, Desa Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Beberapa pengungsi korban gempa Cianjur mengisi waktu malam hari di tenda pengungsian dengan menggelar tahlil atau menyaksikan pertandingan piala dunia. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Titik lempengan patahan gempa itu berada di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR--Pemerintah Kabupaten Cianjur memberikan sejumlah pilihan bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hancur akibat gempa bumi. Diantaranya dengan memberikan uang sewa Rp 500 ribu per bulan untuk tinggal di rumah kerabat atau tinggal di tenda layak yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

"Bagi warga yang rumahnya rusak ambruk atau hancur dipersilahkan ke rumah saudaranya dan diberikan uang sewa satu bulan Rp 500 ribu," ujar Bupati Cianjur, Herman Suherman, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga

Hal ini kata Herman, sambil menunggu asesmen dan upaya perbaikan rumahnya yang rusak. Warga yang masih di tenda dijamin kebutuhannya oleh pemda. "Tim asesmen sebelum rumahnya jadi mau tinggal di tempat lain didaftarkan saja pemerintah akan memberikan uang sewa dan anggarannya dari APBN," kata Herman.

Kecuali, kata Herman, warga ingin tetap di tenda disiapkan tenda layak huni sambil menunggu mereka bekerja membersihkan puing-puing. Pemkab menyiapkan tiga lokasi lahan relokasi untuk hunian tetap yang disiapkan di tiga tempat berbeda.

Tiga titik yang disiapkan sebagai lahan relokasi berada di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku seluas 2,5 hektare, di Desa/Kecamatan Mande seluas 4 hektare, dan di Desa Cipendawa Kecamatan Pacet seluas 10 hektare. "Awalnya ada satu lahan relokasi dan kini ada tiga lokasi yang disiapkan untuk relokasi," tutur Herman.

Pemerintah, lanjut dia, memprioritaskan hunian di tempat relokasi bagi masyarakat yang lahan bangunan rumahnya berada di daerah rawan. Di mana lahan permukiman warga itu berada tepat di jalur lempengan.

Titik lempengan patahan gempa itu berada di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang. Di Desa Sarampad itu tidak boleh dibangun kembali dan harus direlokasi.

Herman menuturkan belum ada data pasti jumlah warga penerima hunian ini. Hal ini karena saat ini pendataan masih pada tahap verifikasi yang dilakukan tim gabungan.

Setiap rumah rusak berat mendapatkan bantuan sebesar Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta. Pemda juga sedang mengajukan santunan kerohiman ke Kementerian Sosial.

Dimana, bagi korban luka-luka dijamin biaya pengobatan dan perawatannya dan semua digratiskan. Sementara bagi yang meninggal dunia, keluarganya dijamin kehidupannya oleh pemerintah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA