Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Holding BUMN Pariwisata InJourney siap kembangkan Kota Lama Semarang

Selasa 29 Nov 2022 20:40 WIB

Red: Hiru Muhammad

Sejumlah remaja perwakilan dari berbagai daerah berjalan dengan mengenakan busana kolaborasi kebaya, adat, dan batik saat mengikuti pagelaran fesyen Batik Specta Nusantara di Kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/10/2022). Pagelaran fesyen yang menampilkan 1.000 busana batik nusantara itu sebagai upaya Pemerintah Kota Semarang mendukung Gerakan Peningkatan Produk Dalam Negeri (P3DN) sekaligus dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional.

Sejumlah remaja perwakilan dari berbagai daerah berjalan dengan mengenakan busana kolaborasi kebaya, adat, dan batik saat mengikuti pagelaran fesyen Batik Specta Nusantara di Kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/10/2022). Pagelaran fesyen yang menampilkan 1.000 busana batik nusantara itu sebagai upaya Pemerintah Kota Semarang mendukung Gerakan Peningkatan Produk Dalam Negeri (P3DN) sekaligus dalam rangka menyambut Hari Batik Nasional.

Foto: ANTARA/Aji Styawan
Kawasan ini pernah menjadi pusat kegiatan perekonomian pada masa Hindia Belanda.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG--PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney sebagai Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung siap mengembangkan destinasi wisata Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Utama InJourney Dony Oskaria mengatakan, rencana pengembangan Kota Lama Semarang ini berkaitan dengan upaya pengembangan sejarah, mengingat budaya yang sudah mengakar kuat."Untuk pengembangan heritage, kita mulai dengan mengembangkan Kota Lama Semarang. Kenapa Kota Lama Semarang karena ada kriteria unik yang dimiliki oleh Kota Lama Semarang," ujar Dony di Semarang, Jawa Tengah pada Selasa.

Baca Juga

Kriteria pertama adalah Kota Lama Semarang merupakan satu-satunya destinasi wisata di Indonesia yang berada di satu komplek, sehingga lebih mudah bagi kita untuk melakukan penataan.

Kriteria kedua, secara kebetulan sekitar 82 persen bangunan-bangunan yang terdapat di Kota Lama Semarang dimiliki atau merupakan aset BUMN. "Hal ini memudahkan kita untuk melakukan intervensi terhadap utilisasi bangunan-bangunan tersebut untuk kebutuhan daya tarik wisata," kata Dony.

Kriteria ketiga adalah Kota Lama Semarang secara akses dan infrastruktur telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Sedangkan kriteria terakhir adalah Pemerintah Kota Semarang sangat terlibat aktif dan memiliki badan pengelolaan Kota Lama Semarang yang menurut InJourney paling maju dibandingkan lainnya."Komponen-komponen ini yang membuat kita memilih Kota Lama Semarang, karena kita harus menentukan mana yang menjadi prioritas," kata Dony Oskaria.

Kawasan Kota Lama Semarang dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa. Dulunya, kawasan ini pernah menjadi pusat kegiatan perekonomian pada masa Hindia Belanda. Sejak tahun 2016, Kota Lama Semarang telah masuk dalam daftar usulan untuk mendapatkan status World Heritage City UNESCO.

sumber : antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA