Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Budi Gunawan Bergurau Soal Kerutan Prabowo Sesuai Kriteria Jokowi

Selasa 29 Nov 2022 17:50 WIB

Red: Agus raharjo

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi pencapaian kinerja BIN dan realisasi anggaran BIN tahun 2020 serta membahas isu-isu terkini seperti deteksi dini pengamanan distribusi vaksin COVID-19 dan temuan

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/2/2021). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi pencapaian kinerja BIN dan realisasi anggaran BIN tahun 2020 serta membahas isu-isu terkini seperti deteksi dini pengamanan distribusi vaksin COVID-19 dan temuan

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Jokowi dan Prabowo sama-sama tersenyum mendengar gurauan Budi Gunawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan menyebut kerutan wajah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sesuai dengan kriteria calon pemimpin menurut Presiden Joko Widodo. Budi mengatakan kriteria calon pemimpin bangsa Indonesia yang harus memiliki kerutan di wajah itu sempat diutarakan Jokowi saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno(GBK), Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

"Kita semua menangkap pesan, pesan dari Pak Jokowi tentang kerutan di dahi untuk menjadi ukuran kriteria (pemimpin). Maka, kami semua memperhatikan semua dari tadi, kerutan tersebut 100 persen identik dengan Pak Prabowo saat ini, tinggal warna rambut saja perlu penyesuaian, Bapak," seloroh Budi Gunawan di sela-sela sambutannya saat peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya serta Pencanangan AMN Makassar-Manado di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga

Budi menilai Prabowo kini semakin dekat dan akrab dengan Jokowi. "Yang saya hormati, para menteri Kabinet Indonesia Maju, Bapak Menteri Pertahanan, Pak Prabowo Subianto; kami semua menyimak bahwa belakangan ini Pak Menhan semakin sering terlihat dekat dengan Pak Presiden, Bapak Jokowi," kata Budi.

Jokowi pun tampak tertawa saat mendengar gurauan Budi Gunawan itu, sementara Prabowo terlihat tersenyum serta menoleh ke arah Jokowi yang duduk di sebelahnya. Budi Gunawan pun kemudian mendoakan agar Prabowo Subianto mendapat jalan baik untuk lebih cemerlang ke depan.

Sebelumnya, saat menghadiri acara relawan Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion GBK, Jakarta, Sabtu (26/11/2022), Jokowi sempat menyinggung kriteria calon pemimpin Indonesia ialah berambut putih dan memiliki kerutan di wajah. Menurut Jokowi, dengan berambut putih dan memiliki kerutan di wajah, maka tokoh itu pasti bekerja dan memikirkan rakyat Indonesia.

Saat berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa pagi, pun Jokowi kembali ditanya oleh wartawan tentang siapa sosok yang dimaksud berambut putih dan memiliki kerutan di wajah itu.

Jokowi lalu mempersilakan semua pihak menafsirkan sendiri siapa sosok yang masuk kriteria tersebut. Dia menambahkan beberapa tokoh dengan rambut putih, seperti Hatta Rajasa, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.

"Termasuk juga rambut, karena mikirnya sangat keras untuk rakyat. Maka bisa saja rambutnya jadi putih, dan banyak yang rambutnya putih, seperti Hatta Rajasa, Ganjar Pranowo, termasuk Pak Prabowo Subianto, rambutnya juga agak putih, dan lainnya," kata Jokowi di Pontianak, Selasa.

Sementara itu, terkait acara peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara di Surabaya, Budi Gunawan melaporkan kepada Jokowi bahwa AMN Surabaya merupakan tindak lanjut arahandi Istana Negara pada 10 September 2019 silam.

Budi menyampaikan tujuan pembangunan AMN adalah untuk menjadi model rumah kebhinekaan dan rumah bersama nusantara bagi mahasiswa generasi muda bangsa Indonesia.

"Dengan mengusung nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, bersama ini kami laporkan AMN akan dibangun di enam lokasi yang terdiri atas lokasi di Kota Surabaya, kemudian di Kota Makassar, Manado, Malang, Bantul, dan DKI Jakarta," ujarnya.

AMN merupakan upaya kolaboratif dan tanggung jawab beberapa kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L), seperti BIN, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta berbagai perguruan tinggi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA