Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

IHSG Ditutup Melemah, GGRM Hingga ASII Dominasi Penurunan

Selasa 29 Nov 2022 17:08 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi).

Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi).

Foto: Republika/Prayogi
IHSG berakhir melemah sebesar 0,08 persen ke level 7.012,69.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis pada penutupan perdagangan Selasa (29/11/2022). IHSG berakhir melemah sebesar 0,08 persen ke level 7.012,69 meski sempat menyentuh zona hijau pada awal perdagangan. 

Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan indeks saham di Asia sore ini mayoritas ditutup naik seiring dengan meredanya kekhawatiran mengenai aksi protes di China yang dipicu oleh kemarahan terhadap pembatasan Covid-19.

Baca Juga

Ekonomi China menghadapi hambatan dari kebijakan Zero Covid, termasuk strategi Lockdown yang terus-menerus mengancam rantai pasok global. China tetap mempertahankan kebijakan Zero Covid yang ketat meskipun sebagian besar negara di dunai sudah melonggarkan kebijakan pembatasan sosial.

"Sejumlah investor berspekulasi aksi protes ini mungkin akan mempercepat pergeseran dari kebijakan Zero COVID," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Selasa (29/11/2022). 

Spekulasi ini dipicu oleh kabar Komisi Kesehatana Nasional Cina  akan mengadakan konferensi pers sore ini untuk mendiskusikan langkah-langkah pengendalian COVID-19. Sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional Cina mengeluarkaan pernyataan bahwa vaksinasi akan dipercepat bagi penduduk usia lanjut atau di atas 80 tahun.

Fokus perhatian investor sekarang akan tertuju pada ketua bank sentral AS Federal Reserve Jerome Powell yang dijadwalkan berbicara di sebuah acara Brookings Institution pada hari Rabu. Dari sisi makroekonomi, investor minggu ini akan menanti rilis data pasar tenaga kerja AS, yakni ADP Employment Report dan Non-Farm Payrolls yang dapat memberi petunjuk lebih jelas mengenai rencana kebijakan Federal Reserve.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah dunia naik didorong oleh ekspektasi negara-negara produsen minyak besar yang tergabung dalam OPEC+ akan melakukan penyesuaian pada rencana produksi mereka pada pertemuan tanggal 4 Desember yang akan datang.

Sektor teknologi mengalami penurunan paling dalam sebesar 2,82 persen, kemudian disusul oleh sektor keuangan dengan penurunan 0,19 persen. Sektor transportasi dan logistik masih tertekan dengan koreksi sebesar 0,15 persen. 

Beberapa saham termasuk top gainers sepanjang perdagangan hari ini, yaitu  UNTR, ITMG, TCPI, MCAS dan MAPA. Adapun saham-saham yang mendominasi penurunan antara lain BYAN, GGRM, PTSP, ASII, dan CITA.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA