Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Grand Inna Malioboro Dipugar Terkait Pengembangan Wisata Warisan Budaya

Selasa 29 Nov 2022 17:05 WIB

Red: Indira Rezkisari

Penyambut tamu di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta.

Penyambut tamu di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta.

Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Renovasi Hotel Grand Inna Malioboro dimulai Desember tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Holding BUMN Pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berencana merenovasi dan melakukan penataan hotel Grand Inna Malioboro di Yogyakarta. Penataan dilakukan dalam rangka melestarikan bangunan yang bersifat warisan budaya.

"Kita akan melakukan pengembangan dengan merenovasi Hotel Grand Inna Malioboro. Kita ingin memiliki satu bangunan heritage yang sifatnya bagus," ujar Direktur Utama InJourney Dony Oskaria di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga

Dony menambahkan, hal tersebut berkaitan dengan prioritas pengembangan pariwisata dan bisa menjadi heritage bagi Indonesia. "Kita akan memulai penataan dan renovasi Hotel Grand Inna Malioboro pada Desember tahun ini dengan desain induk yang sangat bagus, namun tetap mempertahankan karakter heritage bangunan hotel tersebut yang nanti akan dikombinasikan dengan fasilitas yang baik," katanya.

Dony berharap renovasi dan penataan hotel tersebut dapat selesai pada November tahun depan. Berlokasi di jantung kota Malioboro yang sangat strategis, Grand Inna Malioboro merupakan pusat konvensi dan bisnis yang menawarkan berbagai daya tarik dan kemudahan bagi tamu dan pelanggan.

Sebagai salah satu hotel di kawasan Malioboro dengan konsep warisan budaya, Grand Inna Malioboro selalu menampilkan dan mengedepankan tradisi, sejarah, serta nilai-nilai budaya Jawa yang akan memberikan pengalaman dan kesan tersendiri bagi tamu dan wisatawan lokal maupun internasional.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mendorong pembangunan infrastruktur untuk pariwisata lokal. Menurut Erick, selama ini Indonesia terfokus kepada turis asing, dan ini yang harus diperbaiki sisi mentalitas, mengingat transaksi wisatawan lokal mencapai Rp 1.400 triliun, sedangkan wisatawan asing hanya Rp 300 triliun.

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak anti-asing, namun mendorong keberpihakan lebih besar kepada wisatawan lokal. Erick Thohir ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang menghargai bangsanya sendiri, membangun kekuatan budaya Indonesia.

Erick mengatakan bahwa PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata di Tanah Air agar semakin diminati wisatawan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA