Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

'Gaslighting' Jadi Kata Paling Dicari di Merriam-Webster Selama 2022

Selasa 29 Nov 2022 14:34 WIB

Rep: Santi Sopia, Dwina Agustin/ Red: Reiny Dwinanda

Gaslighting menjadi kata yang paling banyak dicari di situs Merriam-Webster.

Gaslighting menjadi kata yang paling banyak dicari di situs Merriam-Webster.

Foto: Tangkapan layar Merriam-Webster
Apa yang membuat gaslighting jadi kata yang paling banyak dicari?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Gaslighting" menjadi kata yang paling dicari di situs Merriam-Webster tahun ini. Istilah tersebut diartikan sebagai perilaku memanipulasi seseorang hingga orang tersebut mempertanyakan pikiran, perasaan, atau peristiwa yang dialaminya.

Pencarian kata di merriam-webster.com meningkat 1.740 persen pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya saja, kali ini sepertinya tidak ada satu peristiwa pun yang mendorong rasa ingin tahu yang signifikan, seperti yang biasanya terjadi di tahun sebelumnya.

Baca Juga

Istilah "gaslighting" menjadi tersebar luas dan populer. Itu menjadi kata yang muncul begitu cepat dalam bahasa Inggris, terutama dalam empat tahun terakhir.

"Itu benar-benar mengejutkan saya dan banyak dari kita," kata Peter Sokolowski, editor Merriam-Webster dalam wawancara eksklusif dengan Associated Press, dikutip Selasa (29/11/2022).

Istilah tersebut bahkan adalah kata yang sering dicari setiap harinya di sepanjang tahun ini. Ada "deepfake" dan "dark web". Ada "deep state" dan "fake news", dan banyak "trolling".

Definisi utama Merriam-Webster untuk "gaslighting" adalah manipulasi psikologis seseorang, biasanya dalam jangka waktu yang lama. Kondisi itu menyebabkan korban mempertanyakan validitas pemikiran, persepsi realitas, atau ingatan mereka sendiri dan biasanya menyebabkan kebingungan, kehilangan kepercayaan diri dan harga diri, ketidakpastian stabilitas emosi atau mental seseorang, dan ketergantungan pada pelaku.

Secara lebih luas, kamus mendefinisikan kata tersebut sebagai berikut, "Tindakan atau praktik menyesatkan seseorang secara berlebihan terutama untuk keuntungannya sendiri".

"Gaslighting" adalah alat keji yang sering digunakan oleh pelaku kekerasan dalam hubungan, bahkan dilakukan oleh politisi serta pembuat informasi lainnya. Itu bisa terjadi antara pasangan romantis, anggota keluarga, hingga pertemanan.

Bahkan, istilah ini pun bisa menjadi taktik perusahaan atau cara untuk menyesatkan publik. Ada juga "medical gaslighting" yang merujuk pada seorang profesional perawatan kesehatan mengabaikan gejala atau penyakit pasien, menganggap keluhan pasien tidak nyata dan hanya ada di pikiran pasien saja.

Sebetulnya, kata "gaslighting" sudah ada lebih dari 80 tahun lalu. Pada 2020, The Chicks merilis album Gaslighter.

Jauh hari sebelumnya, tepatnya pada 1938, ada drama berjudul "Gas Light" karya Patrick Hamilton. Pertunjukan ini melahirkan dua adaptasi film pada 1940-an.

Salah satu film berjudul Gaslight karya George Cukor pada 1944. Film tersebut dibintangi oleh Ingrid Bergman sebagai Paula Alquist dan Charles Boyer sebagai Gregory Anton. Keduanya menikah setelah romansa menggebu dan Gregory ternyata adalah juara gaslighter.

Sokolowski menyatakan, kematian Angela Lansbury pada Oktober mendorong minat untuk mencari kata tersebut. Dia berperan sebagai Nancy Oliver, seorang pelayan muda yang disewa oleh Gregory dan diberi tahu untuk tidak mengganggu istrinya yang berperasaan halus.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA