Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Nasdem: Deklarasi Koalisi dengan Demokrat dan Nasdem Tunggu Hilal

Selasa 29 Nov 2022 14:31 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya

Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Willy mengatakan, ada pertimbangan subjektif dan mekanisme partai terkait koalisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya mengatakan bahwa partainya menghormati mekanisme yang terjadi di Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia menambahkan, deklarasi koalisi dan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) masih menunggu hilal.

"Tunggu hilal, tentu ada pertimbangan-pertimbangan subjektif, mekanisme partai, kita hormati, ya tunggu aja. Tidak akan lari gunung dikejar," ujar Willy di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga

Willy menjelaskan, Partai Nasdem memiliki prinsip bahwa politik itu bersifat dinamis. Sebab, koalisi merupakan kerja sama politik untuk menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang berkaitan dengan kekuasaan.

"Ini kan mengurus kekuasaan banyak negosiasi-banyak, tidak hanya cawapres, timing, segala macam. Itu yang jadi pertimbangan, tapi sejauh ini aman," ujar Willy.

Adapun, komunikasi dengan Partai Demokrat dan PKS masih berlangsung dengan intens dan diagendakan bertemu kembali pada Rabu (29/11/2022). Bakal capres dari Partai Nasdem Anies Baswedan juga masih akan melakukan kunjungan ke berbagai wilayah.

"Kami desa mengepung kota saja, seperti orang makan bubur, dari pinggiran dulu saja. Ya nyisir dari pinggir-pinggir, baru masuk ke dalam," ujar Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu. 

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melantik 27 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat se-Jawa Barat. Dalam pidatonya di acara tersebut, ia menyampaikan perkembangan komunikasi dengan Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ia mengatakan, saat ini Partai Demokrat dekat dengan kedua partai tersebut. Namun dalam komunikasi itu, AHY tak menampik adanya hambatan yang membuat ketiganya urung mendeklarasikan kerja sama politik bernama Koalisi Perubahan itu.

"Hari ini kita berkomunikasi baik dengan dua partai yang ada di nasional, yaitu Nasdem dan PKS. Pertanyaan langsung dijawab, itu interaktif namanya, padahal saya tidak minta dia bertanya," ujar AHY dalam pidatonya yang menjawab pertanyaan salah satu kader Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu (19/11/2022). 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA