Selasa 29 Nov 2022 14:22 WIB

Siapa Tersingkir dan Siapa Lolos ke 16 Besar Piala Dunia, Berikut Cara Penghitungannya

Sejumlah tim unggulan baru akan memastikan tiket ke 16 besar pada laga terakhir grup.

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Israr Itah
Para pemain Brasil merayakan gol Casemiro ke gawang Swiss. Brasil memastikan lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Swiss.
Foto: AP/Ariel Schalit
Para pemain Brasil merayakan gol Casemiro ke gawang Swiss. Brasil memastikan lolos ke babak 16 besar setelah mengalahkan Swiss.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Penyisihan grup Piala Dunia 2022 telah memasuki putaran terakhir, Selasa (29/11) malam WIB. Dari 32 kontestan di Qatar 2022, tiga tim diketahui telah menggenggam tiket 16 besar, Prancis, Brasil, dan Portugal lolos usai memetik kemenangan dalam dua laga awal penyisihan grup. 

Namun, berbeda dari tiga tim tersebut yang mampu melaju dengan mulus, sejumlah tim unggulan lain, seperti Argentina, Belanda, Spanyol, Inggris, hingga Jerman belum dipastikan melaju. Nasib tim-tim tersebut pun akan ditentukan pada putaran terakhir grup, yang akan diawali dengan partai Belanda kontra Qatar dan Ekuador menghadapi Senegal di dua laga pamungkas Grup A. 

Baca Juga

Berdasarkan ketentuan FIFA, hanya dua tim teratas di klasemen akhir penyisihan grup yang berhak melaju ke babak 16 besar. Namun, seiring dengan laju babak penyisihan, persaingan di sejumlah grup masih terbuka lebar, termasuk dengan kemungkinan raihan poin yang sama antara dua tim berbeda di fase grup. 

Untuk itu, FIFA telah melansir aturan permutasi untuk menentukan tim-tim yang berhak melaju ke babak 16 besar. Penentuan paling mudah tentu saja via raihan poin. Dua tim dengan koleksi poin terbanyak berhak lolos ke babak berikutnya. 

Namun, apabila ada dua tim atau lebih memiliki poin yang sama, maka jumlah selisih gol akan menjadi pertimbangan selanjutnya untuk penentuan tiket babak 16 besar. "Tim dengan jumlah selisih gol yang banyak berhak berada menempati posisi yang lebih tinggi di papan klasemen akhir," seperti dikutip dari Footbal London, Selasa (29/11/2022). 

Jika dua tim memiliki jumlah selisih gol masih sama, maka produktivitas gol menjadi pertimbangan selanjutnya. Tim dengan koleksi gol lebih banyak berhak berada di posisi lebih tinggi dari tim lainnya. Jika masih sama, baru masuk perhitungan //head to head// antara dua tim yang memiliki koleksi poin, jumlah selisih gol, ataupun produktivitas gol, yang sama. 

Apabila empat metode ini masih belum bisa menentukan tim yang berhak lolos, maka penghitungan fair play akan diterapkan. Perhitungan ini menggunakan dasar jumlah kartu kuning ataupun kartu merah yang diterima sebuah tim dalam fase penyisihan grup. 

Perhitungan ini sempat diterapkan di penyisihan grup Piala Dunia 2018. Kala itu, Jepang berhasil mengungguli Senegal dalam perhitungan fair play dan berhak melaju ke babak 16 besar. Dalam perhitungan ini, kartu kuning dapat mengurangi poin tim sebanyak satu, kartu merah tidak langsung diganjar minus tiga poin, kartu merah langsung bernilai minus empat poin, kartu kuning dan kartu merah langsung diganjar nilai minus lima poin.

Pengumpulan poin untuk kepentingan fair play ini dilakukan sepanjang babak penyisihan. ''Nantinya, beradasarkan poin yang dikumpulkan tersebut, tim dengan sisa poin terbanyak berhak melangkah ke babak 16 besar,'' menurut aturan tersebut.

Metode terakhir yang bisa diterapkan adalah dengan melakukan pengundian. Anggota penyelenggara Piala Dunia dari negara netral akan dipilih untuk mengundi tim yang berhak lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement