Friday, 12 Rajab 1444 / 03 February 2023

BPBD DKI Minta Warga Waspada Rob Pesisir Jakarta Utara

Selasa 29 Nov 2022 13:08 WIB

Red: Ani Nursalikah

Warga beraktivitas di depan rumahnya di Jalan Kamal Muara, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). Menurut warga setempat, permukiman tersebut rentan banjir akibat luapan Kali Semonggol dan rob dari muara di Kamal Muara. BPBD DKI Minta Warga Waspada Rob Pesisir Jakarta Utara

Warga beraktivitas di depan rumahnya di Jalan Kamal Muara, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022). Menurut warga setempat, permukiman tersebut rentan banjir akibat luapan Kali Semonggol dan rob dari muara di Kamal Muara. BPBD DKI Minta Warga Waspada Rob Pesisir Jakarta Utara

Foto: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/tom.
Ada sembilan titik potensi banjir rob di pesisir Jakarta Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI meminta masyarakat mewaspadai potensi rob di sembilan titik pesisir Jakarta Utara pada 22-28 November 2022.

"Akibat adanya aktivitas pasang air laut bersamaan dengan fase bulan baru mempengaruhi dinamika pesisir pantai yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Isnawa Adji, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga

Dia menjelaskan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim, Tanjung Priok sudah memberikan peringatan potensi banjir pesisir tersebut. Adapun wilayah pesisir DKI Jakarta yang berpotensi terjadi rob itu seperti di Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, dan Kalibaru.

Masyarakat di sembilan titik itu diimbau waspada terhadap peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi menyebabkan terjadinya banjir pesisir. BPBD DKI minta masyarakat memantau informasi terkini mengenai gelombang air laut pada laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

Selain itu, BPBD DKI juga mengimbau masyarakat menginformasikan adanya rob melalui aplikasi pengaduan Jakarta Kini (JaKi). "Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112," ucapnya.

BPBD DKI memiliki 267 personel dalam tim reaksi cepat (TRC) untuk mengatasi genangan atau rob di sejumlah wilayah Ibu Kota. Selain itu, BPBD DKI juga berkoordinasi untuk percepatan penanganan dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Koordinasi itu untuk membantu penanganan genangan atau rob di wilayahnya masing-masing dengan melakukan penyedotan air dan memastikan tali air berfungsi dengan baik. BPBD DKI juga memiliki Ruang Pusat Komando (CommandCenter) Bencana untuk mengawasi penanganan dan kondisi genangan/rob di Jakarta. Pengawasan itu dilakukan untuk memastikan koordinasi antarinstansi berjalan dengan baik dan genangan dapat segera diatasi sehingga aktivitas masyarakat tidak terhambat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA