Selasa 29 Nov 2022 09:28 WIB

Warga Temukan Bayi Berusia Dua Pekan Dibuang Orang Tuanya di Sorong

Baya tersebut kini dirawat di RSUD JP Wanane, Kabupaten Sorong, Papua Barat.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Petugas mengamati bayi yang dibuang orang tuanya, di Puskesmas Nosarara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/2).
Foto: Antara/Basri Marzuki
Petugas mengamati bayi yang dibuang orang tuanya, di Puskesmas Nosarara, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (22/2).

REPUBLIKA.CO.ID, SORONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sorong menangani bayi berusia dua pekan yang dibuang oleh orang tuanya di bawah truk milik warga Jalan Walet, Kelurahan Malasom, Kecamatan Aimas pada Senin (28/11/2022) dini hari WIB. Beruntung, bayi yang ditemukan warga dalam kondisi baik.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Sorong, Frida Flora Gifelem mengatakan, bayi yang diperkirakan baru berusia dua pekan itu, ditemukan warga dalam keadaan masih hidup. Meski begitu, saat ditemukan keadaannya lemas dan tali pusar sudah kering walaupun belum terlepas.

Menurut Frida, di lokasi, warga juga menemukan bekas susu formula pada mulut bayi tersebut. "Artinya bayi tersebut sebelum dibuang oleh orang tuanya telah diberikan susu formula agar tidak kehausan sampai ditemukan warga," ujarnya di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Selasa (29/11/2022).

Dia mengatakan, bayi berjenis kelamin laki-laki itu sudah ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) JP Wanane, Kabupaten Sorong dengan kondisinya sehat. Hingga saat ini, pihaknya masih terus mendampingi penanganan bayi tersebut.

Frida menjelaskan, adanya perubahan signifikan terhadap kesehatan bayi saat ini dibandingkan dengan pada awal ditemukan yang dalam keadaan terlantar. Dokter anak RSUD JP Wanane Kabupaten Sorong yang menangani bayi tersebut, sambung dia, menyatakan kondisi bayi sudah sehat dan bisa segera dibawa pulang.

"Kami bersama Dinas Sosial (Kabupaten Sorong) akan bekerja sama terkait hak adopsi anak tentunya melalui serangkaian ketentuan karena menyangkut kemampuan, tanggung jawab dan kelayakan hidup, serta masa depan sang bayi," kata Frida

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement