Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

BI Rate Naik, BCA Syariah Selektif Sesuaikan Margin

Selasa 29 Nov 2022 02:47 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda

Karyawan melayani transaksi setoran nasabah di BCA Syariah (ilustrasi).

Karyawan melayani transaksi setoran nasabah di BCA Syariah (ilustrasi).

Foto: Yasin Habibi/ Republika
Perbankan syariah sudah menyesuaikan marginnya dengan kenaikan suku bunga BI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbankan syariah sudah menyesuaikan marginnya dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). BI telah menaikkan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRR) sebesar 175 bps sejak Agustus 2022.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan penyesuaian sudah dilakukan baik untuk deposito maupun pembiayaan. Kenaikan telah dilakukan secara bertahap.

Baca Juga

"Namun sifatnya case by case, untuk deposito, dengan jumlah tertentu tentunya untuk memanage cost of fund kami, sehingga kami masih dapat memberikan rate pembiayaan yang bersaing," katanya pada Republika, Senin (28/11/2022).

Untuk pembiayaan, tambahnya, kenaikan di BCA Syariah relatif masih selektif. Hal ini karena BCA Syariah masih tetap mempertimbangkan kondisi dunia usaha saat ini. Hal tersebut dilakukan juga untuk menjaga rasio pembiayaan bermasalah (NPF).

Menurutnya, NPF BCA Syariah masih terjaga di level yang rendah. Belum terlihat adanya tambahan nasabah bermasalah hingga saat ini. Di sisi lain, cadangan yang sudah dibentuk juga sangat terjaga.

Yuli mengatakan, pertumbuhan pembiayaan juga diproyeksikan masih cukup baik. Terutama pembiayaan konsumer yang juga masih besar potensinya. "InsyaaAllah optimistis untuk pertumbuhan pembiayaan tahun depan, untuk angkanya, tunggu kami submit RBB, tapi InsyaaAllah diatas angka BI yang 10 persen," katanya.

Sebelumnya, Direktur BCA Syariah, Pranata mengatakan pertumbuhan pembiayaan di tahun ini dan tahun depan masih cukup potensial. Terutama dari segmen konsumer yang pertumbuhannya mencapai 144 persen per September 2022.

Mayoritas berasal dari pertumbuhan KPR yang mencapai 300 persen dan pembiayaan emas. Meski porsi portofolionya masih sekitar empat persen, segmen konsumer hingga akhir tahun diproyeksi mencapai lima persen dan tahun depan ditargetkan sekitar 7-8 persen.

Secara keseluruhan, pertumbuhan pembiayaan hingga kuartal III 2022 tercatat 26,3 persen (yoy) menjadi Rp 7,4 triliun. Sementara aset tumbuh sekitar 16 persen (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 21 persen (yoy). Laba BCA Syariah sendiri mencapai Rp 97 miliar, naik 49,7 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA