Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Mesir Gunakan Cara Baru Impor Gandum

Senin 28 Nov 2022 22:20 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Gandum (Ilustrasi).

Gandum (Ilustrasi).

Foto: EPA-EFE/KHALED ELFIQI
Pasar biji-bijian termasuk gandum terganggu oleh fluktuasi harga akibat perang Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Otoritas Umum untuk Komoditas Pasokan (GASC) Mesir menyatakan, pembeli biji-bijian dari negara itu akan dapat melakukan pembelian gandum internasional melalui pertukaran yang baru diluncurkan. Metode ini bertujuan untuk menghilangkan distorsi harga lokal.

Pasar biji-bijian yang terganggu tahun ini oleh fluktuasi harga dan perang di Ukraina. Alhasil, GASC Mesir telah mendiversifikasi metode pembeliannya. Badan yang dikelola negara baru-baru ini memilih untuk membeli langsung dari pemasok global, bukan melalui sistem tender tradisionalnya, karena mencari penawaran yang lebih kompetitif.

Baca Juga

Wakil Menteri Pasokan dan Ketua Bursa  Ibrahim Ashmawy mengatakan, GASC juga dapat membeli gandum lokal dari petani melalui bursa. “Kalau hari ini GASC jadi penjual (di bursa), besok bisa jadi pembeli. Ini akan memiliki saluran yang berbeda," ujarnya.

GASC telah meminta pemasok global untuk mendaftar di bursa pada November. Hanya saja para pedagang mengatakan, ada kebingungan mengenai apakah pemasok atau agen lokal diharuskan melakukannya.

Kementerian Pasokan menyatakan, importir gandum terbesar di dunia ini meluncurkan pertukaran komoditas baru pada Ahad (27/11/2022). GASC menawarkan 12.000 ton gandum Rusia dari cadangannya ke pabrik sektor swasta.

Pertukaran baru dirancang untuk beroperasi sebagai titik pasar dengan harga ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Untuk saat ini, ini beroperasi pada sistem penawaran tertutup, dengan penawar mengajukan penawaran dalam amplop tertutup dan GASC memilih yang terbaik.

Langkah ini mengikuti keluhan dari importir swasta dan pabrik di Mesir yang berjuang untuk membayar ratusan ribu ton gandum yang tertahan di pelabuhan karena kekurangan dolar yang membatasi impor. Hal ini menyebabkan lonjakan harga roti dan tepung.

"Kami sangat membutuhkan bursa untuk mengatur pasar. Pasar tidak dalam kondisi terbaiknya dan ada banyak distorsi harga," kata Ashmawy.

Pada hari pertama perdagangan pada Ahad, Kementerian Pasokan melaporkan Senin (28/11/2022), gandum dijual dengan harga 9.750 pound Mesir  per ton dalam 18 transaksi. Sebanyak 200  perusahaan, termasuk 36 pabrik, sejauh ini telah terdaftar di bursa di Kairo. Pemerintah Mesir sedang mempelajari kemungkinan memperdagangkan 10 komoditas lagi, termasuk beras, emas, dan baja. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA