Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Satgas: Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 3.225 Orang

Senin 28 Nov 2022 21:09 WIB

Red: Friska Yolandha

Petugas memperlihatkan Vaksin Zifivax pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) DKI Jakarta di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (28/11/2022). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menginformasikan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 3.225 orang pada Senin (28/11/2022).

Petugas memperlihatkan Vaksin Zifivax pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) DKI Jakarta di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (28/11/2022). Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menginformasikan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 3.225 orang pada Senin (28/11/2022).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Total Covid-19 kasus hingga saat ini mencapai 6.653.469 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menginformasikan kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 3.225 orang pada Senin (28/11/2022). Sehingga, total kasus hingga saat ini mencapai 6.653.469 orang.

Menurut data Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, diketahui juga bahwa kasus sembuh COVID-19 di Tanah Air bertambah 5.864 orang. Sehingga, jumlah total keseluruhan yang telah sembuh hingga saat ini menjadi 6.435.851 orang.

Baca Juga

Berdasarkan data juga diketahui bahwa terdapat 59 kasus meninggal akibat COVID-19 di Indonesia. Sehingga jumlah total keseluruhan hingga saat ini sebanyak 159.735 kasus kematian.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan bahwa kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan merupakan kunci utama agar jumlah kasus COVID-19 di Tanah Air tetap rendah. Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto menekankan pentingnya kapasitas pemeriksaan, pelacakan dan penanganan COVID-19 dalam rangka mengantisipasi meluasnya subvarian baru XBB.

"Tingkatkan jumlah tes khususnya bagi mereka yang kontak erat dan bagi yang punya komorbid," kata Agus.

Agus menjelaskan peningkatan kapasitas pemeriksaan, pelacakan dan penanganan COVID-19 merupakan kunci utama untuk menekan penyebaran COVID-19 termasuk subvarian baru XBB.

Selain itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh pihak untuk bersiap-siap menghadapi prediksi peningkatan kasus COVID-19 yang akan segera terjadi dalam waktu satu atau dua pekan ke depan.

"Kita sudah monitor secara daily (harian), harusnya kalau feeling saya kita akan mencapai puncaknya antara satu atau dua pekan ke depan. Kemungkinan puncaknya itu akan tercapai," kata Menteri Budi.

Budi menekankan, pemerintah terus melakukan pemantauan setiap harinya, untuk mengamati tren COVID-19 di Indonesia dari seluruh indikatornya. Pemerintah juga menggencarkan sero survey per enam bulan sekali untuk mengetahui titer antibodi milik masyarakat, yang dilakukan bersama FKM-UI.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA