Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Polda Metro: Penanganan Kecelakaan Mahasiswa UI Tertahan Hasil Mediasi

Senin 28 Nov 2022 20:00 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman.

Foto: Dok Polda Metro Jaya
Polisi mengaku tak tahu ternyata hasil mediasi alami kegagalan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyatakan penanganan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Attalah Syaputra (18) tertahan lantaran Kepolisian menunggu hasil mediasi pihak yang terlibat kecelakaan itu.

Hasya tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan mobil yang dikendarai purnawirawan Polri berinisial ESBW. "Pada saat kejadian ini, mereka kan mau mediasi katanya. Kami masih menunggu hasil mediasi itu. Ternyata sampai pelaksanaannya, mediasi ini tidak tercapai," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman di Jakarta, Senin.

Baca Juga

Latif menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi pada 6 Oktober 2022 di Srengseng, Jakarta Selatan. Dia mengatakan penanganan kasusnya telah dilakukan sesuai prosedur.

"Bukannya kami enggak mau proses, kami proses lanjut dan itu sudah berjalan pemeriksaan saksi dari pihak Pak ESBW, ini sudah beberapa saksi sudah kita lakukan pemeriksaan," ujarnya.

Meski demikian, pihak Kepolisian belum melakukan gelar perkara untuk kasus tersebut karena masih menunggu hasil mediasi antara pihak yang terlibat kecelakaan.

Namun gagalnya mediasi tersebut tidak disampaikan kepada pihak kepolisian. Sampai akhirnya mendadak viral di media sosial pernyataan pihak keluarga korban soal lambannya penanganan kasus tersebut.

"Karena kami masih menunggu sebetulnya, tiba-tiba ada berita viral itu, kami juga kaget. Sedangkan katanya mau mediasi, harusnya hasil mediasi itu sampaikan ke kami," kataLatif.

Latif kemudian menyampaikan permintaan maaf terkait lambannya penangan kasus tersebut, seraya menegaskan tidak ada yang ditutup-tutupi dalam investigasi kasus tersebut.

"Kami mohon maaf juga, mungkin ada kesalahan dari kami, kami mohon maaf tapi tentunya proses ini tidak ada kami tutup-tutupi, ini akan kita proses secara detail," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA