Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

PVMBG Imbau Warga Waspadai Dampak Aktivitas Semeru

Senin 28 Nov 2022 19:29 WIB

Red: Friska Yolandha

Warga menyeberang melewati aliran sungai yang menjadi lokasi turunnya material vulkanis Gunung Semeru di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (9/1/2022). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga mewaspadai dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Warga menyeberang melewati aliran sungai yang menjadi lokasi turunnya material vulkanis Gunung Semeru di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (9/1/2022). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga mewaspadai dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru di wilayah Provinsi Jawa Timur.

Foto: ANTARA/SENO
Sejak Januari, Gunung Semeru telah mengalami 30 kali letusan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga mewaspadai dampak aktivitas vulkanik Gunung Semeru di wilayah Provinsi Jawa Timur. Sebagaimana dikutip dalam siaran pers PVMBG yang diterima di Jakarta, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi mengatakan bahwa Gunung Semeru pada Senin pagi mengalami erupsi, dua kali melontarkan abu vulkanik.

Gunung Semeru pada pukul 05.56 WIB melontarkan abu vulkanik dengan tinggi kolom sekitar 600 meter. Pada pukul 06.11 WIB, Semeru kembali memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi kolom sekitar 1.000 meter.

Baca Juga

Yadi mengingatkan warga untuk mewaspadai kemungkinan muncul awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. "Serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya, Senin (28/11/2022).

Ketika mengalami erupsi padapukul 05.56 WIB, yang terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 115 detik, Semeru mengeluarkan awan panas berwarna kelabu tebal ke arah utara. Pada erupsi yang terjadi pada pukul 06.11 WIB, yang terekam di seismograf memiliki amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 104 detik, gunung api itu mengeluarkan abu kelabu tebal mengarah ke utara.

Yadi meminta warga, wisatawan, dan pengunjung tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

PVMBG mencatat Gunung Semeru sepanjang Januari hingga 28 November 2022 mengalami 30 kali letusan. Letusan Gunung Semeru umumnya letusan abu bertipe vulkanian dan strombolian yang terjadi tiga sampai empat kali setiap jam.

Letusan tipe vulkanian dicirikan dengan letusan eksplosif yang kadang-kadang menghancurkan kubah dan lidah lava yang telah terbentuk sebelumnya. Sedangkan letusan bertipe strombolianbiasanya diikuti dengan pembentukan kubah dan lidah lava baru.

Letusan eksplosif biasanya diikuti aliran awan panas ke lembah-lembah yang lebih rendah sesuai dengan arah bukaan kawah dan lembah-lembah di Gunung Semeru. Bukaan kawah Semeru saat ini mengarah ke tenggara, ke hulu Besuk Kembar, Besuk Bang, dan Besuk Kobokan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA