Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Kisah Bambi akan Dikemas Jadi Film Slasher

Senin 28 Nov 2022 17:40 WIB

Rep: Santi Sopia/ Red: Reiny Dwinanda

Film animasi Bambi pada 1942. Cerita dari Jerman ini akan dibuat versi horornya.

Film animasi Bambi pada 1942. Cerita dari Jerman ini akan dibuat versi horornya.

Foto: Dok Disney Home Entertainment
Film horor Bambi diarahkan sutradara Winnie the Pooh: Blood and Honey.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Scott Jeffrey, sutradara di balik film horor The Curse of Humpty Dumpty dan The Bad Nun, akan menampilkan citra si Rusa Bambi dengan lebih menyeramkan. Hal itu diungkapkan Jeffrey dalam sebuah wawancara dengan Dread Central, belum lama ini.

Karakter Bambi awalnya muncul dari novel karya Felix Salten. Novel itu sekarang sudah berusia hampir 100 tahun.

Baca Juga

"Film ini akan menceritakan kembali kisah tahun 1928 yang sangat gelap yang kita semua tahu dan cintai," kata Jeffrey kepada Dread Central, seperti dikutip dari laman USA Today, Senin (28/11/2022).

Bambi akan menjadi mesin pembunuh ganas yang mengintai di hutan belantara. "Bersiaplah untuk Bambi kena rabies!" kata Jeffrey.

Kisah dari Jerman berpusat pada rusa muda Bambi yang menjalani kehidupan di hutan setelah ibunya ditembak mati secara tragis. Disney kemudian mengadaptasi dan mempopulerkan versi animasinya dirilis pada tahun 1942.

Jeffrey bekerja sama dengan Rhys Frake-Waterfield yang menulis, memproduksi, dan menyutradarai film Winnie the Pooh: Blood and Honey. Film dijadwalkan rilis pada 15 Februari 2023.

Jeffrey juga mengungkapkan bahwa inspirasi untuk film Bambi yang dibuat ulang berjudul Bambi: The Reckoning adalah The Ritual dari Netflix yang menceritakan sekelompok empat pria memasuki hutan misterius selama perjalanan hiking hanya untuk menghadapi makhluk mengerikan.

Undang-undang hak cipta AS biasanya terbatas pada masa hidup pencipta ditambah 70 tahun. Penulis Bambi, Salten, meninggal pada tahun 1945. Undang-Undang Perpanjangan Masa Hak Cipta, yang diterapkan pada tahun 1998 melindungi hak kepengarangan perusahaan selama 95 tahun sejak publikasi pertama atau 120 tahun setelah pembuatannya, mana saja yang berakhir lebih cepat.

Ini berarti Bambi Disney masih dilindungi, tetapi perusahaan tidak lagi memiliki hak eksklusif atas karya Salten. Film Jeffrey ini menjadi serangkaian karya dari kisah anak-anak yang dibuat menjadi lebih "gelap".

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA