Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Ratusan Mahasiswa Asing Meriahkan International Student Summit UMM

Senin 28 Nov 2022 17:31 WIB

Rep: wilda fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Ratusan mahasiswa asing penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) meriahkan ajang International Student Summit (ISS) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan yang digelar pada 28 hingga 30 November 2022 ini dibuka oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Risek) RI, Nadiem Makarim.

Ratusan mahasiswa asing penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) meriahkan ajang International Student Summit (ISS) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan yang digelar pada 28 hingga 30 November 2022 ini dibuka oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Risek) RI, Nadiem Makarim.

Foto: istimewa
Mahasiswa asing yang belajar di Indonesia pasti memiliki pelajaran berharga.

REPUBLIKA.CO.ID MALANG -- Ratusan mahasiswa asing penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) meriahkan ajang International Student Summit (ISS) yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan yang digelar pada 28 hingga 30 November 2022 ini dibuka oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Risek) RI, Nadiem Makarim.

Nadiem menilai, mahasiswa asing yang belajar di Indonesia pasti memiliki pelajaran berharga selama berkuliah di Indonesia. Hal itu bisa dibagikan kepada teman-teman maupun kerabat mereka saat pulang nanti.

Baca Juga

Nadiem juga mengatakan, pihaknya tengah mendorong transformasi besar pendidikan tinggi melalui Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). "Maka, mahasiswa asing penerima beasiswa KNB juga bisa mendukung program tersebut," katanya dalam keterangan pers, Senin (28/11/2022).

Kemendikbudristek juga berupaya meruntuhkan sekat yang membatasi kreativitas dosen dan mahasiswa. Sebab itu, mereka diberi kesempatan untuk berkegiatan di luar kampus selama tiga semester. Dal hal ini, baik itu kerja sama organisasi kemanusiaan, industri, maupun institusi pendidikan baik dalam maupun luar negeri.

Menurut dia, terhitung sudah ada 420 ribuan sivitas akademika yang bergabung. Ada pula ribuan kerja sama pendidikan dengan industri untuk menciptakan inovasi, salah satunya business trip yang ada di G20 beberapa waktu lalu. Pihaknya juga menggelontorkan Rp 13 triliun untuk ribuan joint research agar muncul beragam solusi.

Sementara itu, Diplomat Senior, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Siti Sofia Sudarma menjelaskan, KNB merupakan wujud dari kontribusi diplomasi publik di bidang pendidikan dan kebudayaan. Beasiswa KNB telah menerima 1.681 mahasiswa asing sejak berlangsungnya program mulai 2006 hingga 2022. Dalam perjalanannya, program ini juga menunjuk 24 perguruan tinggi terbaik untuk menaungi para penerima beasiswa KNB selama di Indonesia.

Saat ini, kata dia, semua sedang berkumpul bersama negara-negara sahabat. Setelah kembali ke negara asal, pihaknya juga akan melibatkan mereka untuk mengenalkan budaya dan bahasa Indonesia. "Harapannya para mahasiswa asing ini akan menjadi jembatan antara Indonesia dengan negara asal," kata Wakil Dubes RI Seoul itu.

Senada dengan Sofia, Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Lukman mengungkapkan kebahagiaannya karena program ini dapat kembali berjalan setelah dua tahun vakum akibat pandemi. Ada pun kegiatan ini dihadiri oleh 185 mahasiswa asing dari 46 negara penerima beasiswa KNB.

Pada tahun ini, pihaknya membuka kembali penerimaan beasiswa KNB setelah sebelumnya vakum akibat pandemi. Dia berharap akan ada banyak negara baru yang bersaing dan mendapatkan beasiswa tersebut. "Kami berharap saudara tidak melupakan Indonesia dan keberagamannya," kata Lukman.

Sementara itu, Rektor UMM Fauzan menjelaskan, kampusnya sudah dua kali menjadi tuan rumah ISS. Kali pertama dilaksanakan pada 2015 lalu dan yang kedua pada tahun ini. Ada pun salah satu misi ISS, yakni untuk mempertemukan, bukan hanya manusianya tetapi juga kultur, budaya dan bahasanya.

“Saudara-saudara datang ke Indonesia untuk belajar banyak Bahasa Indonesia. Salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan mencari partner bicara, vaik itu teman, pacar, atau sahabat orang Indonesia. Dengan begitu, akan lebih cepat pula saudara menguasai Bahasa,” katanya.

Ia berharap, bahasa Indonesia yang sudah dipelajari dapat menjadi media diplomasi di negara asal. Salah satunya melalui cerita pengalaman mahasiswa ketika berada di Indonesia. Fauzan juga ingin agar mahasiswa asing dapat melanjutkan studinya di Indonesia agar semakin dalam ilmu yang ditekuni.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA