Tuesday, 16 Rajab 1444 / 07 February 2023

Petik Pengalaman dari Inter Milan, Erick Thohir Majukan BUMN

Selasa 29 Nov 2022 00:02 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Gita Amanda

 Menteri BUMN Erick Thohir mengaku belajar dari dua mantan pemain Inter Milan Walter Samuel dan Mauro Icardi untuk memajukan BUMN. (ilustrasi).

Menteri BUMN Erick Thohir mengaku belajar dari dua mantan pemain Inter Milan Walter Samuel dan Mauro Icardi untuk memajukan BUMN. (ilustrasi).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Strategi dua pemain Inter Milan dianggap penting bagi Erick memajukan BUMN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir mengaku belajar dari dua mantan pemain Inter Milan Walter Samuel dan Mauro Icardi untuk memajukan BUMN. Strategi dua tipe pemain bek dan penyerang itu dianggap penting bagi Erick.

Hal itu diceritakan Erick dalam catatan di akun Facebook Erick Thohir, Selasa (22/11/2022). Mantan Presiden Inter Milan pada 2013 itu menuturkan, Walter Samuel dan Mauro Icardi, dua pemain andalan Inter Milan pada masanya.

Baca Juga

"Samuel, bek tangguh, jago baca permainan lawan, tekelnya keras. Kalau Icardi penyerang yang ditakuti lawan, karena bisa manfaatkan peluang sekecil apapun untuk jadi gol," tulisnya.

Kata Erick, saat membangun tim sepak bola, sangat penting memahami skill, kekuatan dan kelemahan pemain. Dengan demikian, tim mengetahui strategi yang tepat digunakan.

“Jadi ingat waktu awal-awal jadi Menteri BUMN. Yang pertama dilakukan adalah mempelajari jenis usaha dan kekuatan serta kekurangan setiap perusahaan. Apa yang bisa dimaksimalkan, apa yang harus dikurangi,” jelas Erick Thohir.

Dalam perjalanan memimpin BUMN, Erick membuat berbagai strategi untuk menaikkan level BUMN. Salah satu langkah, dari 142 perusahaan BUMN dirampingkan menjadi 41 dan digabung di dalam 12 holding.

"Seperti menyusun formasi supaya rencana berjalan lancar. Mengatur mana pemain yang harus menjaga speed, mana yang tugasnya membingungkan lawan, dan seterusnya," papar Erick.

Bersama tim BUMN lain, Erick mengaku membuat beberapa klaster agar perusahaan BUMN yang banyak meliputi banyak bidang itu tidak tumpang tindih. “Mirip kayak bikin zonasi dan marking saat bertanding bola. Saya selalu mengingatkan, perusahaan BUMN gak boleh rugi. Kalau rugi, dampaknya merembet ke negara,” tegas Erick.

Tidak hanya strategi, sebagai pemimpin tim juga kerap memberi semangat di ruang ganti, untuk menekankan pentingnya peran masing-masing anggota tim. Salah satu penyemangatnya, pemain bek tidak boleh lemah, kalau lemah, efeknya si pemain depan tidak akan berani lari kencang ke depan.

Melalui pemilihan pemain, komposisi, strategi, dan peran semangat, lanjut Erick, BUMN yang dulunya tertinggal perlahan mulai berkembang dan naik. “BUMN yang dulu dianggap rugi melulu dan cenderung korup, Alhamdulillah mulai berubah. Satu per satu perusahaan BUMN berhasil ‘naik liga’,” katanya.

Pun demikian, diakhir catatan, Erick juga mengakui masih banyak persoalan dan tantangan BUMN ke depan masih banyak kurangnya. Sebab, tambahnya, organisasi di BUMN melibatkan banyak perusahaan, dan ribuan pejuang. Tapi tiap tantangan akan terus #KitaHadapiKitaAtasi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA