Senin 28 Nov 2022 15:32 WIB

Polda Metro Optimistis Penerapan ETLE Tingkatkan Disiplin Pengguna Jalan

Fenomena pelanggaran menghindari ETLE dinilai hanya sementara.

Pengendara tidak mengenakan helm saat melintas di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (15/11/2022). Sejak diberlakukannya sistem tilang elektronik atau ETLE dan dihapusnya sanksi tilang manual bagi pelanggar, sejumlah pengendara masih marak melakukan pelanggaran lalu lintas akibat minimnya kesadaran terkait keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pengendara tidak mengenakan helm saat melintas di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (15/11/2022). Sejak diberlakukannya sistem tilang elektronik atau ETLE dan dihapusnya sanksi tilang manual bagi pelanggar, sejumlah pengendara masih marak melakukan pelanggaran lalu lintas akibat minimnya kesadaran terkait keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya optimis penerapan tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ETLE) dan penghapusan tilang manual pada akhirnya meningkatkan disiplin pengguna jalan dalam berkendara. Tilang elektronik juga akan mengurangi pungli.

"Kita ingin memberikan edukasi pada masyarakat, apa mereka ingin terus-terusan enggak tertib? Kan tidak," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman di Jakarta, Senin (28/11/2022).

Baca Juga

Latif mengatakan sejak penghapusan tilang manual diberlakukan, muncul fenomena pengguna jalan yang makin berani melakukan pelanggaran untuk menghindari ETLE seperti mencopot plat nomor. Meski demikian dia yakin hal itu hanya fenomena sesaat yang akan hilang seiring diperluasnya penerapan tilang elektronik.

"Saya yakin mereka awalnya terpaksa, tapi nanti lama-lama mereka akan menyadari sendiri daripada tiap hari lepas plat nomor dan melakukan pelanggaran, nanti dia sadar, ya sudahlah saya tertib saja, kalau mereka tertib kan tidak ada masalah" ujarnya.

Dia juga mengatakan penerapan ETLE bukan karena petugas ingin melakukan tilang sebanyak-banyaknya. Namun ingin memberikan pesan bahwa seluruh jalan di Ibu Kota telah diawasi demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam bepergian dan beraktivitas.

"Dengan kamera ETLE ini kami bukan ingin banyak menilang, tapi ingin memberikan pesan bahwa semua ruas jalan di Jakarta telah diawasi," tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Korlantas Polri agar mengoptimalkan ETLE statis dan mobile serta mengurangi tilang manual untuk menghindari terjadinya pungutan liar (pungli). Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022 tanggal 18 Oktober 2022, yang ditandatangani oleh Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi.

Terkait hal tersebut Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menindaklanjuti dengan menarik seluruh buku tilang dari jajaran polisi lalu lintas sebagai salah satu langkah menuju peniadaan tilang manual. Ditlantas Polda Metro Jaya akan mulai sepenuhnya menggunakan sistem penindakan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement