Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Prancis: Eropa Harus Bertindak untuk Kepentingan Ekonominya Sendiri

Senin 28 Nov 2022 09:29 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire mengatakan paket subsidi untuk melindungi manufaktur AS berdasarkan Undang-undang Reduksi Inflasi dapat menjadi pukulan keras bagi industri Eropa.

Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire mengatakan paket subsidi untuk melindungi manufaktur AS berdasarkan Undang-undang Reduksi Inflasi dapat menjadi pukulan keras bagi industri Eropa.

Foto: France 24
Kebijakan melindungi manufaktur AS dapat menjadi pukulan keras bagi industri Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan Prancis mungkin akan menegosiasikan sejumlah pengecualian bea cukai dan pembatasan yang diberlakukan undang-undang anti-inflasi Amerika Serikat (AS). Tapi, tambahnya, Eropa harus bertindak untuk melindungi kepentingan ekonominya sendiri.

Le Maire akan menemani Presiden Emmanuel Macron dalam kunjungan kenegaraan ke AS pekan depan.

Eropa mengatakan paket subsidi untuk melindungi manufaktur AS berdasarkan Undang-undang Reduksi Inflasi dapat menjadi pukulan keras bagi industri Eropa. Sementara Benua Biru sudah terguncang oleh kenaikan harga energi yang disebabkan invasi Rusia ke Ukraina.

"Prancis mungkin akan meminta pengecualian sejumlah bea cukai dan batasan yang diberlakukan pemerintah AS, tapi pertanyaaan sebenarnya yang perlu kami tanyakan pada diri kami sendiri globalisasi seperti apa yang di hadapan kami?" kata Le Maire pada stasiun televisi France 3, Ahad (27/11/2022).

"China lebih memilih produksi China, Amerika lebih memilih produksi Amerika, sudah saatnya Eropa lebih memilih produksi Eropa, semua negara-negara Eropa harus memahami keputusan Amerika saat ini, kami harus belajar untuk melindungi dan mempertahankan kepentingan ekonomi kami sendiri," tambahnya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA