Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Prancis Bakal Lobi AS Terkait UU Pengurangan Inflasi

Senin 28 Nov 2022 08:51 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba bersama Menteri Keuangn Prancis Bruno Le Maire, kiri, untuk memimpin rapat kabinet mingguan Rabu, 31 Agustus 2022 di Istana Elysee di Paris.

Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba bersama Menteri Keuangn Prancis Bruno Le Maire, kiri, untuk memimpin rapat kabinet mingguan Rabu, 31 Agustus 2022 di Istana Elysee di Paris.

Foto: AP/Aurelien Morissard/AP Pool
Salah satu poin yang akan dibahas yakni terkait tarif bea masuk.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Prancis akan mencoba merundingkan sejumlah poin penting yang terdapat di dalam Undang Undang (UU) Pengurangan Inflasi Amerika Serikat (AS). Salah satu poin yang akan dibahas yakni terkait tarif bea masuk.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire akan menemani Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam kunjungan kenegaraan ke AS pekan depan. Pejabat-pejabat di Eropa mengatakan paket subsidi untuk melindungi produsen AS dalam UU Pengurangan Inflasi dapat memberikan pukulan mematikan bagi industri di Eropa. 

Baca Juga

UU dinilai akan memperburuk industri di Eropa yang sudah terdampak tingginya harga energi akibat invasi Rusia ke Ukraina. "Prancis mungkin meminta pengecualian pada beberapa tugas dan batasan yang diberlakukan oleh pemerintah AS," kata Le Maire dikutip Reuters, Ahad (27/11/2022). 

Le Maire mengatakan negara-negara Eropa harus bertindak untuk melindungi kepentingan ekonomi kawasan. Berkaca pada negara maju lainnya seperti China dan AS, menurut Le Maire, orang-orang Eropa harus mengkonsumsi produk-produk buatannya sendiri.

"Semua negara Eropa harus memahami bahwa hari ini dalam menghadapi keputusan Amerika ini, kita harus belajar untuk melindungi dan mempertahankan kepentingan ekonomi kita dengan lebih baik," tambahnya. 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA