Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Bupati Cianjur: Butuh Tenda-tenda Kecil Bagi Pengungsi

Senin 28 Nov 2022 02:27 WIB

Red: Bayu Hermawan

Pengungsi berdoa di dalam tenda darurat di Kampung Gasol, Desa Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Beberapa pengungsi korban gempa Cianjur mengisi waktu malam hari di tenda pengungsian dengan menggelar tahlil atau menyaksikan pertandingan piala dunia. Republika/Thoudy Badai

Pengungsi berdoa di dalam tenda darurat di Kampung Gasol, Desa Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Beberapa pengungsi korban gempa Cianjur mengisi waktu malam hari di tenda pengungsian dengan menggelar tahlil atau menyaksikan pertandingan piala dunia. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Bupati Cianjur sebut pengungsi rawan terjangkit ISPA jika terus ada di tenda komunal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bantuan mendesak yang dibutuhkan para pengungsi gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat saat ini adalah tenda-tenda kecil.

"Bantuan apa yang diperlukan saat ini? Yang sangat diperlukan sekarang adalah tenda-tenda kecil yang di tiap-tiap rumah," kata Herman dalam konferensi pers virtual yang diikuti di Jakarta, Ahad (28/11).

Baca Juga

Herman menuturkan di tenda-tenda komunal, sudah muncul penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan khawatir jika pengungsi terus berada di tenda komunal, akan menambah penderita ISPA.

Oleh karena itu, tenda-tenda kecil tersebut akan berguna untuk dihuni tiap kepala keluarga ketika warga sudah aman kembali ke rumahnya dan membangun tenda kecil di sekitar rumahnya sambil membersihkan puing-puing rumahnya.

Sementara, pembangunan rutilahu untuk korban terdampak gempa Cianjur direncanakan dilakukan di lahan sekitar dua hektare yang berlokasi di Kampung Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

"Jumlah yang akan mengisinya kurang lebih 200 rumah dan juga akan kita prioritaskan sesuai saran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mana saja (rumah terdampak gempa) yang tidak boleh dibangun kembali," ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur mencatat bantuan uang yang masuk untuk penanganan korban gempa Cianjur sekitar Rp2,62 miliar dari 418 donatur, dan angka itu di luar bantuan barang. Selain itu, ada juga yang langsung mengirimkan bantuan ke tempat-tempat pengungsian.

Herman mengimbau agar pada donatur yang memberikan langsung bantuan ke warga dapat memberitahukan ke posko yang ada sehingga penyaluran bantuan tidak tumpang tindih atau menumpuk di satu posko namun menipis di posko lainnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA