Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

BNPB: Disiapkan Lahan Relokasi Dua Hektare untuk Korban Gempa Cianjur

Ahad 27 Nov 2022 23:58 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kanan) meninjau lokasi banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Ahad (31/7/2022). BNPB menjanjikan untuk membangunkan kembali rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Kamis (28/7) malam yang mengakibatkan ratusan rumah rusak berat dan menewaskan tiga orang dan empat orang dinyatakan hilang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kanan) meninjau lokasi banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Ahad (31/7/2022). BNPB menjanjikan untuk membangunkan kembali rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Kamis (28/7) malam yang mengakibatkan ratusan rumah rusak berat dan menewaskan tiga orang dan empat orang dinyatakan hilang.

Foto: ANTARA/Muhammad Izfaldi
Kepala BNPB menyebut pekan depan akan dilakukan pembangunan hunian di lahan 2 hektar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kepala BNPB, Suharyanto, kembali menyambangi pos pengungsian gempa Cianjur di Kecamatan Pacet dan Sukatani menggunakan sepeda motor. Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB juga memberikan bantuan kepada warga mengungsi.

Terkait dengan relokasi warga yang rumahnya rusak berat, saat ini BNPB bersama instansi terkait secara paralel sedang melakukan pendataan.

"Untuk yang relokasi sudah mendapat lahan sekitar 2 hektar. Semoga minggu depan sudah mulai pembangunan," tutur Suharyanto, Ahad (27/11/2022).

Dirinya juga menambahkan, bagi warga yang ingin mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga untuk sementara waktu, akan mendapatkan bantuan dana tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu.

Tim gabungan pencarian dan pertolongan kembali berhasil menemukan 3 jasad korban pada Ahad (27/11/2022). Penemuan jasad tersebut menambah data korban meninggal dunia sementara hingga pukul 17.00 WIB sebanyak 321 orang.

"Hari ini ditemukan 3 jenazah sehingga catatan kita semua, berarti dengan ditemukan 3, yang meninggal dunia menjadi 321 orang," ujar Suharyanto.

Kemudian untuk korban hilang yang sebelumnya 14 orang berkurang menjadi 11 orang. Satuan tugas gabungan juga telah berhasil mengidentifikasi titik pengungsiandengan akumulasi sebanyak 325 titik yang tersebar di 15 kecamatan. Jumlah pengungsi 73.874 orang dengan rincian pengungsi laki-laki 33.713 orang dan pengungsi perempuan 40.161 orang.

Sementara untuk infrastruktur yang rusak berat 27.434 rumah, rusak sedang 13.070 dan rusak ringan 22.124 rumah, sehingga total rumah rusak sebanyak 62.628 rumah.

"Tentu saja data ini akan terus berkembang sesuai dengan pendataan tim di lapangan," kata Suharyanto.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA