Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Ketat Banget! Begini Seleksi dan Pelatihan Calon Astronaut di NASA

Senin 28 Nov 2022 00:45 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Dalam foto tak bertanggal yang disediakan oleh NASA ini, astronot Apollo 9, kiri ke kanan, James A. McDivitt, David R. Scott, dan Russell L. Schweickart berpose di depan wahana antariksa Apollo/Saturnus V yang akan meluncurkan awak Apollo 8. Peluncuran Apollo 9 (kendaraan peluncuran Saturn V, SA-504) berlangsung pada 3 Maret 1969. McDivitt, yang memimpin misi Apollo 9 menguji set peralatan lengkap pertama untuk pergi ke bulan

Dalam foto tak bertanggal yang disediakan oleh NASA ini, astronot Apollo 9, kiri ke kanan, James A. McDivitt, David R. Scott, dan Russell L. Schweickart berpose di depan wahana antariksa Apollo/Saturnus V yang akan meluncurkan awak Apollo 8. Peluncuran Apollo 9 (kendaraan peluncuran Saturn V, SA-504) berlangsung pada 3 Maret 1969. McDivitt, yang memimpin misi Apollo 9 menguji set peralatan lengkap pertama untuk pergi ke bulan

Foto: NASA via AP
NASA hanya memilih 10 kandidat dari 12 ribu pelamar astronaut.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Banyak anak yang bercita-cita menjadi astronaut. Keren, seorang astronaut bisa pergi ke luar angkasa. Tapi, apa saja syarat menjadi astronaut dan pelatihan apa saja yang harus dijalani?

Astronaut adalah sebuah profesi yang sangat kompetitif. Untuk astronaut Badan Antariksa Amerika (NASA) pada 2021 hanya memilih 10 kandidat dari lebih dari 12.000 pelamar.

Baca Juga

Dilansir dari Sciencealert, Ahad (27/11/2022), persyaratan untuk melamar menjadi astronaut NASA antara lain kewarganegaraan AS dan gelar master di bidang STEM, seperti teknik, ilmu biologi, atau ilmu komputer. Astronaut harus dalam kondisi yang baik dan mampu lulus ujian fisik NASA. 

Sejak NASA mengumumkan kelas astronaut pertamanya pada 1959, lebih dari 350 orang telah menjadi astronaut. Dalam postingan blog tahun 2020, Anne McClain, seorang astronaut NASA, menyimpulkan apa yang dicari agensi tersebut untuk penjelajah ruang angkasa di masa depan: “Bersikaplah mudah beradaptasi, dapat dipercaya, ulet, dan berorientasi pada detail.”

 

Pelatihan ketat

Setelah proses seleksi, calon astronaut NASA, yang dikenal sebagai ASCAN, menjalani kursus pelatihan selama dua tahun untuk menjadi astronaut yang memenuhi syarat. NASA melatih astronautnya di berbagai lingkungan.

Calon astronaut akan diuji keberaniannya di kolam besar dan gurun panas. Untuk mempersiapkan pekerjaan di luar jangkauan pesawat ruang angkasa, para astronaut berlatih di bawah air di kolam dalam ruangan yang besar. Calon astronaut harus menyelam ke dalam kolam mensimulasikan gayaberat mikro, atau lingkungan tanpa bobot, yang akan mereka alami saat bekerja di luar angkasa.

Menggunakan mock-up pesawat ruang angkasa di kolam renang, astronaut berlatih berjalan di luar angkasa. NASA melakukan pelatihan spacewalk paling modern di Neutral Buoyancy Laboratory di Johnson Space Center di Houston, Texas.

Kolam besar berisi 6,2 juta galon air merupakan tiruan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Di kolam itu, astronaut dapat berlatih menggunakan perangkat keras di lingkungan tanpa bobot.

Astronaut juga menjalani pelatihan bertahan hidup gurun. Pelatihan ini sebagai simulasi jika terjadi pendaratan darurat. Sejak 1959 astronaut NASA telah mempelajari teknik bertahan hidup, seandainya mereka harus melakukan pendaratan darurat di daerah terpencil.

Pada 1964, astronaut Apollo 11 melakukan perjalanan ke Nevada untuk menghabiskan tiga hari di gurun yang panas dan kering serta melatih keterampilan bertahan hidup. Astronaut NASA berlatih di padang pasir karena lingkungannya paling mirip dengan planet asing.

Sebagai bagian dari pelatihan untuk misi roket Artemis, NASA melakukan dua pelatihan lapangan di gurun Arizona, yang mirip dengan Bulan.

Calon astronaut juga menjalani pemeriksaan psikologis dan psikiatris untuk menyingkirkan mereka yang tidak cocok untuk perjalanan luar angkasa. Perlu diketahui bahwa perjalanan luar angkasa membawa beban mental tersendiri.

Pergi ke luar angkasa adalah stres yang sangat tinggi. Pada  2016, program penelitian manusia NASA merilis sebuah laporan yang menemukan anggota kru mengalami perubahan tidur, paparan radiasi, pergeseran gravitasi, dan isolasi yang lama saat berada di luar angasa. Setelah menjadi astronaut, anggota kru di ISS secara rutin berbicara dengan staf medis, termasuk psikolog, melalui konferensi video pribadi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA