Monday, 8 Rajab 1444 / 30 January 2023

Thailand Kembali Gelar Festival Monyet

Ahad 27 Nov 2022 23:21 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Kawanan monyet menikmati buah dan sayur dalam Festival Monyet di Provinsi Lopburi, Thailand. Festival Monyet dilanjutkan usai dua tahun absen akibat pandemi. Ilustrasi.

Kawanan monyet menikmati buah dan sayur dalam Festival Monyet di Provinsi Lopburi, Thailand. Festival Monyet dilanjutkan usai dua tahun absen akibat pandemi. Ilustrasi.

Foto: EPA/Rungroj Yongrit
Selama festival monyet liar mendapatkan suguhan buah-buahan yang melimpah dari warga.

REPUBLIKA.CO.ID, LOPBURI -- Warga mengadakan Festival Pesta Monyet tahunan di Thailand tengah pada Ahad (27/11/2022). Para monyet liar mendapatkan suguhan buah-buahan yang melimpah dari warga yang menjadi sukarelawan dalam acara tersebut.

Dalam lalu lintas pagi, deretan patung monyet yang memegang nampan berjejer di luar kompleks Pagoda Tiga Kuno. Para sukarelawan menyiapkan makanan di seberang jalan untuk monyet yang merupakan simbol provinsi Lopburi, sekitar 150 kilometer utara Bangkok.

Baca Juga

Kerumunan monyet pun berlarian terkadang berkelahi saat kerumunan pengunjung dan penduduk setempat bertambah. “Festival pesta monyet ini merupakan acara sukses yang membantu mempromosikan pariwisata Lopburi di kalangan wisatawan internasional setiap tahunnya,” kata pendiri Pesta Monyet Yongyuth Kitwatanusont.

Sebelumnya, ada sekitar 300 monyet di Lopburi. Saat ini populasi monyet meningkat menjadi hampir 4.000 ekor. 

 

"Tapi Lopburi dikenal sebagai kota monyet, artinya monyet dan manusia bisa hidup rukun," ujarnya.

Keharmonisan tersebut terlihat dari kurangnya rasa takut yang ditunjukkan oleh monyet dengan naik tubuh pengunjung, kendaraan, dan tiang lampu. Festival ini merupakan tradisi tahunan di Lopburi dan diadakan sebagai cara untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada monyet karena telah mendatangkan pariwisata.

Tema tahun ini berfokus pada pemberian makan para monyet. Sebab, tahun-tahun sebelumnya partisipasi monyet menurun karena tingginya jumlah wisatawan yang mengintimidasi para hewan tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA