Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Para Pemuka Agama dan Adat Bali Bersyukur atas Kesuksesan Pelaksanaan Presidensi G20

Ahad 27 Nov 2022 15:29 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Para pemimpin dan delegasi menghadiri sesi pleno selama KTT Pemimpin G20 di Bali, Indonesia, 16 November 2022. KTT Kepala Negara dan Pemerintahan Kelompok Dua Puluh (G20) ke-17 berlangsung dari 15 hingga 16 November 2022.

Para pemimpin dan delegasi menghadiri sesi pleno selama KTT Pemimpin G20 di Bali, Indonesia, 16 November 2022. KTT Kepala Negara dan Pemerintahan Kelompok Dua Puluh (G20) ke-17 berlangsung dari 15 hingga 16 November 2022.

Foto: EPA-EFE/WILLY KURNIAWAN
Seluruh pihak memberikan kontribusi dalam kesuksesan KTT G20.

REPUBLIKA.CO.ID, BALI – Kesuksesan Presidensi G20 tak lepas dari kontribusi dari berbagai elemen masyarakat Indonesia khususnya warga Bali. Oleh sebab itu, sejumlah pemuka agama Bali menyampaikan ucapan terima kasih bagi seluruh pihak yang turut menyukseskan Presidensi G20 yang dilaksanakan 15-16 November 2022 lalu. 

Ungkapan kebahagiaan juga disampaikan oleh I Nyoman Kenak, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia. “Kami warga Bali khususnya umat Hindu sangat berbahagia. Bersama menjaga kedamaian di Ibu Pertiwi,” kata I Nyoman Kenak.

Baca Juga

Pemuka agama lain, Pdt. K. Eddy Cahyana, Gereja Kristen Protestan di Bali. Menurut dia, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat baik dan damai. “Semoga damai selalu beserta kita bersama,” kata Eddy. 

Adapun Ismoyo S. Soemarlan, Sekretaris Umum MUI Bali mengajak khalayak untuk bersyukur sembari menjaga kondusivitas sosial. “Kita patut bersyukur dan berbangga diri. serta masyarakat Bali yang telah bekerjasama untuk membangun suasana yang kondusif dan mendukung kelancaran perhelatan internasional ini,” kata Ismoyo. 

Selain pemuka agama, ucapan terima kasih disampaikan oleh pemuka adat Bali. I Nyoman Beker, Ketua Pecalang Desa Adat Paminge Nusa Dua Bali menyatakan bahwa pihaknya telah bertugas mendukung keamanan desa sekitar area KTT G20. “Tugas kami untuk mendukung keamanan desa sekitar area KTT G20 sudah selesai. Kepada seluruh bankamda dan pecalang yang telah turut berpartisipasi, terus ciptakan suasana aman di lingkungan kita,” ujar I Nyoman Beker seperti dilansir dalam youtube BNPT TV, Ahad (27/11/2022).

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Boy Rafli Amar menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga.

“Bersama ini mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada segenap masyarakat Indonesia khususnya Bali untuk kerja sama yang luar biasa dan dukungan yang telah diberikan serta membanggakan untuk kita bangsa Indonesia,” kata Boy.

Kepala BNPT juga tak lupa memberi ucapan terima kasih kepada unsur TNI dan Polri. “Saya ucapkan yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak terutama unsur TNI Polri dan masyarakat yang telah berkoordinasi dengan baik dalam pengamanan pelaksanaan presidensil G20. Mari terus kita bangun semangat solidaritas kerjasama semua pihak sehingga kedamaian selalu dapat terjaga kita lanjutkan recover together, recover stronger,” kata Boy.

Boy mengatakan, menjadi tuan rumah G20 merupakan kebanggaan Indonesia. Oleh karena itu, sejak awal BNPT bersama seluruh elemen bangsa menyatakan kesiapannya dalam mendukung dan menyukseskan Presidensi G20 Tahun 2022. 

Boy mengatakan, menjelang kegiatan KTT G20 BNPT telah menggelar pelatihan mitigasi aksi terorismeintegratif, koordinasi sistem pengamanan di venue KTT G20 serta kesiapsiagaan nasional pengamanan dengan aparat penegak hukum dalam rangka pencegahan terorisme. 

Kolaborasi antara berbagai instansi tersebut tidak berhenti sampai di kegiatan KTT G20 saja. Kerja sama pencegahan radikalisme dan terorisme bersama lembaga lainnya akan terus diperkuat.  

Mantan Kapolda Papua itu menilai hal tersebut perlu menjadi perhatian serius karena ideologi transnasional masih terus berupaya menyasar generasi muda Indonesia yang mana tidak sesuai dengan karakter bangsa.

"Kita bersama-sama harus terus menjaga dan mencegah berkembangnya ideologi yang tidak sesuai dan bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia," lanjut Boy Rafli seperti dilansir dari Antara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA