Sunday, 14 Rajab 1444 / 05 February 2023

Cita-Cita Kim Jong-un, Jadikan Korut Negara Nuklir Terkuat

Ahad 27 Nov 2022 12:03 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Indira Rezkisari

 FILE - Foto yang diberikan oleh pemerintah Korea Utara ini menunjukkan uji tembak rudal balistik antarbenua Hwasong-17 di Bandara Internasional Pyongyang di Pyongyang, Korea Utara, Jumat, 18 November 2022. Wartawan independen tidak diberi akses untuk meliput peristiwa yang digambarkan dalam gambar yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara ini. Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berpengaruh, telah memperingatkan Amerika Serikat bahwa mereka akan menghadapi krisis keamanan yang lebih fatal karena Washington mendorong kecaman PBB atas uji coba rudal balistik antarbenua Korea Utara baru-baru ini.

FILE - Foto yang diberikan oleh pemerintah Korea Utara ini menunjukkan uji tembak rudal balistik antarbenua Hwasong-17 di Bandara Internasional Pyongyang di Pyongyang, Korea Utara, Jumat, 18 November 2022. Wartawan independen tidak diberi akses untuk meliput peristiwa yang digambarkan dalam gambar yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara ini. Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berpengaruh, telah memperingatkan Amerika Serikat bahwa mereka akan menghadapi krisis keamanan yang lebih fatal karena Washington mendorong kecaman PBB atas uji coba rudal balistik antarbenua Korea Utara baru-baru ini.

Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service
Korut memiliki rencana besar membangun tentara terkuat di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Korea Utara (Kourt) Kim Jong-un mengatakan, tujuan terakhir negaranya adalah memiliki kekuatan nuklir paling kuat di dunia. Hal ini dikatakan ketika Kim tengah mempromosikan puluhan perwira militer yang terlibat dalam peluncuran rudal balistik terbesar belum lama ini.

Pengumuman tersebut muncul setelah Kim memantau uji coba rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) Hwasong-17 yang baru di negara itu. Ia juga pada 18 November lalu berjanji untuk melawan ancaman nuklir AS dengan senjata nuklir.

Baca Juga

"Membangun kekuatan nuklir adalah untuk melindungi martabat dan kedaulatan negara dan rakyat secara andal, dan tujuan utamanya adalah untuk memiliki kekuatan strategis paling kuat di dunia, kekuatan absolut yang belum pernah terjadi sebelumnya di abad ini," kata Kim, menurut media pemerintah Korean Central News Agency (KCNA), Ahad (27/11/2022).

Kim menyebut Hwasong-17 sebagai senjata strategis terkuat di dunia. Menurutnya rudal tersebut menunjukkan tekad dan kemampuan Korut untuk akhirnya membangun tentara terkuat di dunia.

"Ilmuwan Korut telah membuat lompatan maju yang luar biasa dalam pengembangan teknologi pemasangan hulu ledak nuklir pada rudal balistik," kata Kim, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Berpose untuk foto dengan para ilmuwan, insinyur, pejabat militer dan orang lain yang terlibat dalam tes rudal, Kim mengatakan dia mengharapkan mereka untuk terus memperluas dan memperkuat penangkal nuklir negara itu dengan kecepatan yang luar biasa cepat. Para pekerja itu juga mengeluarkan sumpah setia dan iman kepada partai yang berkuasa, bersumpah untuk membela otoritas absolut partai dan Kim, dan bersumpah bahwa rudal akan terbang dengan penuh semangat hanya ke arah yang ditunjukkan olehnya.

Dalam pengumuman terpisah, KCNA melaporkan bahwa Komite Tetap Majelis Rakyat Tertinggi Korut menganugerahkan rudal Hwasong-17 "Pahlawan DPRK dan Medali Bintang Emas dan Ordo Bendera Nasional Kelas 1. "(Rudal itu) dengan jelas membuktikan di depan dunia bahwa DPRK adalah kekuatan nuklir penuh yang mampu melawan supremasi nuklir imperialis AS dan sepenuhnya menunjukkan kekuatannya sebagai negara ICBM paling kuat," kata KCNA.

"Tembakan uji menunjukkan bahwa Korut akan bereaksi dengan cara yang sama terhadap nuklir musuh dan konfrontasi frontal penuh," kata laporan itu, dilansir dari Reuters.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA