Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

BPKH Serahkan Bantuan Rp 2,2 Miliar untuk Korban Gempa Cianjur

Sabtu 26 Nov 2022 14:56 WIB

Red: Nur Aini

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (25/11/2022) korban jiwa bertambah 17 jenazah dengan jumlah total 310 korban jiwa. Republika/Thoudy Badai

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (25/11/2022) korban jiwa bertambah 17 jenazah dengan jumlah total 310 korban jiwa. Republika/Thoudy Badai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Bantuan dari BPKH diserahkan secara langsung maupun mitra untuk korban gempa Cianjur

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyerahkan bantuan kemaslahatan senilai Rp 2,2 miliar untuk para korban gempa Cianjur, Jawa Barat, melalui Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Kami dari BPKH telah memberikan beberapa bantuan kepada korban bencana baik secara langsung maupun melalui mitra dengan total yang sudah kami salurkan senilai Rp 2,2 miliar," kata Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah dalam keterangan tertulis diterima di Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022).

Dalam penyerahan ini BPKH turut didampingi oleh tujuh mitra kemaslahatan yaitu Rumah Zakat, DT Peduli, Lazismu, LazisNU, PPPA Darul Quran, Baitul Mal Muamalat, dan Dompet Dhuafa di Kantor Bupati Cianjur. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk paket sembako, logistik, dapur umum, tenda darurat, WC portabel, perlengkapan hygiene kit, kebutuhan bayi, anak, dan perempuan.

Baca Juga

Fadlul mengatakan program kemaslahatan adalah bentuk dukungan BPKH terhadap ekonomi umat yang mencakup berbagai ruang lingkup, pemulihan bencana, renovasi sarana ibadah, dan pembangunan. Sebelumnya, program kemaslahatan BPKH juga telah menyalurkan bantuan kebencanaan di berbagai daerah, di antaranya bencana banjir di Kalimantan Selatan, NTT, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur, bencana gempa bumi di Mamuju dan Palu, bencana tanah longsor di Sumedang, dan Kampung BPKH Sigi dan Donggala.

Sepanjang tahun 2022 terhitung dari Januari hingga Oktober, BPKH telah mengalokasikan Rp11,5 miliar untuk program kemaslahatan-tanggap darurat bencana. BPKH berharap ke depannya evaluasi penanganan bencana serta mitigasi dan literasi bagi masyarakat dapat ditingkatkan. Program penanggulangan bencana alam perlu dibuat dengan harapan dapat mengurangi risiko pada saat bencana alam terjadi, terutama di daerah-daerah rawan. "Kita turut prihatin dan mengucapkan belasungkawa kepada seluruh warga Cianjur dan sekitarnya, Insya Allah kita kuat bersama untuk menghadapi semua bencana tersebut," kata Fadlul.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily dalam rangka pengawasan terhadap tanggap darurat bencana gempa bumi berharap BPKH dapat membantu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Untuk BPKH agar dana kemaslahatan bisa disesuaikan dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat," kata dia.

Gempa bumi magnitudo 5,6 melanda Cianjur pada Senin (21/11) siang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 310 korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur per Jumat (25/11). Data tersebut masih akan terus diperbarui.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA