Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Sejarah Masuknya Islam ke Spanyol

Sabtu 26 Nov 2022 09:36 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Alhambra merupakan sebuah kompleks istana dan benteng peninggalan bersejarah sekaligus bukti jejak peradaban Islam di Eropa.

Alhambra merupakan sebuah kompleks istana dan benteng peninggalan bersejarah sekaligus bukti jejak peradaban Islam di Eropa.

Foto: Republika TV/Kamila
Sebelum menguasai Spanyol, Islam menyebar terlebih dulu ke wilayah Afrika Utara.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Islam setelah melewati masa Khulafaur Rasyidin, semakin menyebar luas ke berbagai penjuru negeri. Bahkan peradaban Islam meluas hingga ke wilayah Spanyol. Namun bagaimana sejarah awal masuknya Islam ke Spanyol?

Jurnal Al-'Adalah dari Institut Pesantren KH Abdul Chalim, yang ditulis oleh Nur Dinah Fauziah dan Muhammad Mujtaba Mitra Zuana, memberi pemaparan tentang hal itu. Dalam karya jurnal mereka disebutkan, sejarah awal Islam masuk Spanyol dimulai pada masa Dinasti Umayyah saat dipimpin Khalifah Al-Walid dari tahun 705 hingga 715 M.

Baca Juga

Sebelum menguasai Spanyol, Islam menyebar terlebih dulu ke wilayah Afrika utara. Wilayah Afrika utara ini kemudian dijadikan sebagai salah satu wilayah kegubernuran dari Dinasti Umayyah.

Penaklukkan Islam di Afrika utara dilakukan pada masa Khalifah Abdul Malik sejak tahun 685 M sampai 705 M. Kemudian dia mengangkat Hasan bin Nu'man Al-Ghassani sebagai gubernur daerah tersebut. Sebelum dikuasai Islam, Afrika utara ada di bawah kekuasaan kerajaan Gotik, yang merupakan bagian dari kerajaan Romawi.

Setelah Afrika utara dipastikan jatuh ke tangan umat Islam, barulah penaklukkan bergeser ke Spanyol, yang dimulai sejak kepemimpinan Khalifah Al-Walid. Ada tiga tentara Islam yang dikatakan paling berjasa memimpin satuan pasukan ke wilayah Spanyol. Tiga itu ialah Thariq bin Ziyad, Tharif bin Malik dan Musa bin Nushair.

Tharif merupakan sosok perintis dalam penaklukkan Spanyol. Dia menyeberangi selat antara Maroko dan benua Eropa dengan pasukan perangnya. Di antara pasukan ini ada 500 tentara berkuda.

Pasukan tersebut kemudian menyeberangi selat dengan menaiki empat kapal. Tidak ada perlawanan yang signifikan dalam penyerangan ini, sehingga Tharif dan pasukannya berhasil menang dan kembali ke Afrika utara dengan harta rampasannya.

Penaklukkan Spanyol kemudian berlanjut pada tahun 711 M, ketika Musa bin Nushair selaku gubernur wilayah Afrika utara kala itu, mengirim Thariq bin Ziyad ke Spanyol bersama 7.000 pasukan. Musa melakukan penyerbuan ini karena didorong keberhasilan Tharif dan masalah di dalam kerajaan Visigoths kala itu menguasai Spanyol.

Nama Thariq bin Ziyad lebih populer sebagai penakluk Spanyol karena melakukan penyerbuan dengan pasukan dalam jumlah yang besar dan menunjukkan hasil yang nyata. Mayoritas pasukan Thariq bin Ziyad adalah suku Barbar yang memang mendapat dukungan dari Musa. Sebagian pasukan lainnya ialah orang Arab yang dikirim oleh Khalifah Al-Walid.

Mereka bertempur di Bakkah, dan dalam pertempuran ini Raja Roderick takluk. Kemudian penaklukkan Thariq bin Ziyad bersama pasukannya berlanjut ke kota-kota penting. Antara lain Granada, Cordova, dan Toledo yang merupakan ibu kota kerajaan Goth.

Thariq bin Ziyad meminta tambahan jumlah pasukan sebelum menaklukkan Toledo, lalu Musa mengirim pasukan lagi sebanyak 5.000 orang. Total jumlah pasukan Thariq kala itu pun bertambah menjadi total 12 ribu orang.

Namun, jumlah pasukan ini masih jauh di bawah jumlah pasukan Gotik, yang mencapai 100 ribu orang. Namun pasukan Gotik berhasil ditaklukkan. Langkah penaklukan Thariq bin Ziyad ini memberi jalan untuk memperluas wilayah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA