Sabtu 26 Nov 2022 03:17 WIB

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan KSH yang Kaya Inovasi

Dinkes Surabaya memberikan keseluruhan penghargaan KSH Teladan 2022.

Pemkot Surabaya Beri Penghargaan KSH yang Kaya Inovasi (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Pemkot Surabaya Beri Penghargaan KSH yang Kaya Inovasi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, memberikan penghargaan kepada para Kader Surabaya Hebat (KSH) Teladan 2022 yang dinilai memiliki banyak inovasi di wilayah kerja masing-masing.

"Mereka ini kaya inovasi untuk melayani warga Surabaya," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina saat memberikan penghargaan KSH di kantor Dinkes Surabaya di Surabaya, Jumat (26/11/2022).

Baca Juga

Secara simbolis, penghargaan juara 1 KSHTeladan sudah diberikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada saat upacara Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan di Balai Kota Surabaya, beberapa waktu lalu. Pada Jumat ini, Dinkes Surabaya memberikan keseluruhan penghargaan KSH Teladan 2022 itu di kantor Dinkes Surabaya.

Penghargaan itu, berupa Piagam Penghargaan Wali Kota Surabaya, tropi, dan uang pembinaan kepada juara 1, 2, 3, dan harapan 1, 2, dan 3.

Nanik mengatakan penghargaan ini diberikan kepada KSH yang telah menyampaikan berbagai inovasidi wilayah masing-masing. Mereka telah mengikuti lomba ini sejak akhir Agustus yang dimulai dari tahapan pertama hingga tahapan kunjungan lapangan.

"Para juri yang menilai kinerja dan inovasi kader ini berasal dari Unair, Tim Penggerak PKK Surabaya, wahana visi, dan juga sejumlah dinas terkait. Jadi, prosesnya panjang dan ketat," ujar dia.

Hingga akhirnya, terpilihenam KSH Teladan 2022. Juara pertama diraih oleh Mulyanah yang berasal dari Kecamatan Sambikerep, juara kedua Ernawati Efendu dari Kecamatan Sukomanunggal, dan juara ketiga Nimas Fury dari Kecamatan Wonocolo.

Juara harapan 1 diraih oleh Noor Rochmah dari Kecamatan Pabean Cantikan, juara harapan 2 diraih oleh Sugiarti dari Kecamatan Sawahan, dan juara harapan 3 diraih oleh Isnaeni dari Kecamatan Kenjeran.

"Untuk juara 1 itu punya inovasi posyandu 'door to door' ke rumah-rumah warga. Jadi, pelayanan untuk membantu warga sangat luar biasa," ujar dia.

Dia mengharapkandengan lomba ini para KSHterus termotivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan meningkatkan inovasidalam memberikan pelayanan kepada warga Kota Surabaya.

Bahkan, dia juga berharap para juara ini bisa menjadi contoh bagi KSH lainnya di Surabaya.

"Saya sangat bangga karena ibu-ibu KSH ini begitu hebat dan terampil dalam melayani masyarakat. Bagi kami, apresiasi ini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kerja keras para KSH dalam melayani masyarakat," ujar dia.

Ia berharap, para KSH untuk terus memunculkan berbagai inovasi dalam melayani masyarakat, karena mereka saat ini sudah menjadi sandaran bagi warga.

"Jangan pernah lelah untuk berusaha dan menimba ilmu bersama kami. Mari bersama-sama menjadi kuat seperti moto Surabaya, sinergi kuat Surabaya hebat," kata dia.

Mulyanah, peraih juara 1 KSH Teladan 2022, mengaku memiliki sejumlah inovasi yang telah dilakukannya selama ini. Berbagai inovasi itu, adalah Gerakan Jemput Bayi dan Balita untuk datang dan timbang di Posyandu (Garpu Ladu), Pantau ke Rumah Masyarakat yang Hypertensi (Pastra Mastri), Posyandu Keliling (Posling) yang dilakukannya secara "door to door" menyambangi setiap rumah bayi, balita, dan ibu hamil.

"Jadi, kalau yang Pastra Mastri itu saya bersama pihak puskesmas 'door to door' mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan masyarakat lansia. Mereka akan dicek tekanan darahnya, kalau tekanan darahnya tinggi biasanya diberi obat atau resep. Selain itu, saya juga 'door to door' untuk mengajak dan menyosialisasikan pentingnya posyandu. Jadi, kami dampingi terus ibu hamil itu sampai melahirkan dan posyandunya," kata dia.

Menurut dia, berbagai pendampingan itu sudah dilakukan sejak beberapa tahun ini.

Oleh karena itu, ketika dia mengikuti lomba ini tidak pernah menyangka bisa menang sampai juara 1.

"Tapi alhamdulillah, akhirnya saya menang, senang dan bahagia sampai tidak bisa berkata-kata," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement