Sabtu 26 Nov 2022 01:55 WIB

Ekonomi 2023 Diramal Suram, Simak Saran dari Pakar Jika Ingin Berinvestasi di Tahun Depan

Indonesia sudah pernah mengalami krisis pada 1998, 2008, dan 2020.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Investasi (Ilustrasi))
Investasi (Ilustrasi))

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski diramalkan suram, 2023 disebut jadi tahun yang baik untuk investasi. Praktisi Keuangan dan Investasi Benny Sufami menganalisa bahwa tantangan ekonomi pada 2023, selain menimbulkan tekanan, juga menghasilkan peluang ekonomi.

Indonesia sudah pernah mengalami krisis pada 1998, 2008, 2020, dan mampu melewatinya. Ke depan, menurutnya, ekonomi masih memiliki peluang, apalagi tahun 2024 merupakan tahun politik yang akan menjadi tenaga baru untuk bursa saham.

Baca Juga

"Dan ini, kalau kita cerna dengan baik adalah waktu yang baik untuk investasi dengan melihat profil risiko masing-masing," katanya dalam keterangan, Jumat (25/11/2022).

Apalagi, berdasarkan data di lapangan, menurut Benny, para investor ritel menyambut positif perhelatan G20. Ia yakin Indonesia akan melewati situasi gelap. Pengendalian inflasi juga masih terbilang baik yakni sekitar 5,7 persen.

Menurutnya 2023 adalah momentum, yang sebelumnya tertahan di 2019-2020 karena faktor pandemi. Saat ini merupakan waktunya untuk mengalokasikan investasi.

Mencermati situasi ekonomi 2023 yang dianggap gelap oleh sebagian pihak, Benny melihat ekonomi pada 2023 justru bisa menguntungkan para investor lokal bila disikapi dengan bijak. Dalam sudut pandang ekonomi, katanya, selalu ada peluang, begitu juga pada 2023.

"Namun, investor harus melakukan penjajakan terlebih dahulu dengan melakukan investasi yang disiplin, bertahap, dan  memahami risiko dan //opportunity//nya. Ini yang mesti dipelajari lebih lanjut," ujarnya.

Untuk meminimalisir kerugian, Benny menegaskan, para investor perlu memahami literasi keuangan dengan baik. Ini harus menjadi dasar, bahwa untuk memulai investasi, maka investor harus mengetahui profil diri sendiri.

Investor juga harus mengenali antara kebutuhan dan keinginan agar dapat melakukan evaluasi keuangan. Untuk mencegah investasi ilegal, masyarakat harus terapkan 2L atau Legal dan Logic demi menghindari kerugian yang besar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement