Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Konsep Taman Sesuai Alquran

Sabtu 26 Nov 2022 02:02 WIB

Red: Agung Sasongko

Taman di Alhambra

Taman di Alhambra

Foto: muslimheritage.com
Alquran tidak hanya mengajarkan kepada umat Islam mengenai masalah ibadah.

REPUBLIKA.CO.ID Dalam merancang sebuah taman, Emma Clark tidak pernah keluar dari konsep rancangan sebuah taman dalam ajaran Islam. Ia selalu mengacu kepada gambaran konsep sebuah taman sebagaimana yang banyak diterangkan di dalam kitab suci Alquran. Emma bahkan telah menulis buku mengenai konsep taman Islam.

Dalam bukunya yang diberi judul The Art of the Islamic Garden, Emma secara khusus mengulas bagaimana Alquran tidak hanya mengajarkan kepada umat Islam mengenai masalah ibadah, tetapi juga mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah mengenai konsep penataan sebuah taman.

Baca Juga

Islam mengajarkan bahwa semua kebun ataupun taman yang ada di muka bumi ini hendaknya dibuat berdasarkan konsep taman dan kebun di surga, seperti yang digambarkan dalam Alquran, papar Emma. Ketertarikan Emma terhadap penataan taman sesuai dengan konsep Alquran berawal dari feno mena peningkatan suhu global yang mulai melanda kawasan Eropa Utara.

Peningkatan suhu global melanda kawasan Eropa Utara ini telah mengusik rasa kepedulian Emma sebagai seorang arsitek taman untuk mendesain sebuah taman yang dapat mengurangi dampak pemanasan global. Berawal dari situlah, Emma kemudian melakukan sejumlah penelitian.

Dari berbagai penelitian yang dilakukannya, Emma menemukan fakta bahwa konsep taman yang dikembangkan oleh para arsitektur Muslim pada masa kekhalifah an Islam ternyata sangat ramah lingkungan dan bisa menjadi solusi untuk mengatasi peningkatan suhu global yang mulai melanda sejumlah tempat di muka bumi.

Hasil penelitiannya itu kemudian dituangkan dalam sejumlah konsep taman di Inggris. Konsep taman Islam yang ditawarkan oleh Emma ini pun banyak diminati di negara-negara di luar Inggris. Dan, sejak saat itu namanya dikenal luas sebagai arsitek spesialis taman Islam.

Berdasarkan konsep Islam, terang Emma, pohonpohon yang ada di dalam taman hendaknya ditanam secara selang-seling antara pohon cemara dan pohon buah-buahan. Untuk pohon buah, ia merekomendasikan pohon almond, cherry, apel, pir, atau pohon plum.

Namun, jenis pohon buah yang akan ditanam, menurut Emma, bisa saja disesuaikan dengan iklim daerah setempat. Misalnya di Inggris, bisa saja jenis pohon buah yang ditanam adalah buah murbei.

Dalam Alquran, ungkap Emma, ada empat jenis pohon yang banyak disebut, yakni ara, zaitun, delima, dan kurma. Dalam konsep taman yang dibuatnya di kediaman pribadi Pangeran Charles di Highgrove, Gloucestershire, Emma menggunakan tiga dari empat jenis pohon yang banyak disebut dalam Alquran itu.

Untuk taman di kediaman Pangeran Charles, ia menggunakan pohon ara, zaitun, dan delima. Kalau kurma, saya anggap tidak cocok untuk ditanam di lokasi ini. Dalam bukunya, Emma juga memaparkan bahwa konsep taman dalam Islam hendaknya memiliki elemen air di dalam taman, berupa keran-keran air yang dalam konsep Islam berfungsi sarana untuk berwudhu atau bersuci.

Selain itu, juga terdapat keran air khusus yang berfungsi sebagai focalpoint pada taman utama, yang dapat memancarkan air sewaktu-waktu. Bagi Emma, keberadaan sebuah taman dalam Islam juga menjadi suatu simbol bagi keterbukaan. Betapa tidak, taman berfungsi sebagai open space (ruang terbuka). Karenanya, penanaman vegetasi pada burffer area (ruang penyangga) menggunakan tanaman yang bersifat tembus pandang (tidak terlalu rapat).

sumber : Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA