Jumat 25 Nov 2022 09:10 WIB

Soal Polemik Kampanye One Love, Southgate: Fokus Utama Kami pada Permainan 

Kampanye ini merupakan bentuk dukungan terhadap kelompok LGBTQ+

Rep: reja irfa widodo/ Red: Muhammad Akbar
Pelatih kepala Inggris Gareth Southgate mengedipkan mata kepada Harry Kane dari Inggris setelah dia diganti selama pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia antara Inggris dan Iran di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Senin, 21 November 2022.
Foto: AP/Martin Meissner
Pelatih kepala Inggris Gareth Southgate mengedipkan mata kepada Harry Kane dari Inggris setelah dia diganti selama pertandingan sepak bola grup B Piala Dunia antara Inggris dan Iran di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Qatar, Senin, 21 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate, menegaskan, The Three Lions tidak akan melakukan gesture atau pernyataan lanjutan soal kampanye One Love di gelaran Piala Dunia 2022. 

Fokus utama Timnas Inggris, tutur Southgate, sepenuhnya terletak pada upaya peningkatan performa di atas lapangan.

Tujuh negara Eropa, termasuk Inggris, menyatakan rencana untuk terlibat dalam kampanye One Love, yang dipelopori oleh Belanda pada 2020 silam. 

Kampanye ini merupakan bentuk dukungan terhadap kelompok LGBTQ+ dan protes terhadap diskriminasi perlakuan terhadap kelompok tersebut.

Salah satunya adalah dengan penggunaan ban kapten berwarna pelangi, lengkap dengan gambar hati dan tulisan ''One Love''. 

Namun, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memberikan respon negatif terhadap rencana ini.

Bahkan, FIFA bakal memberikan kartu kuning terhadap kapten tim yang kedapatan mengenakan ban kapten pelangi di Piala Dunia 2022. 

Ancaman FIFA ini dikeluarkan beberapa jam sebelum laga Inggris kontra Iran.

Belakangan, keputusan kapten Timnas Inggris, Harry Kane, untuk tidak mengenakan ban kapten pelangi di laga ini merupakan buntut dari ancaman FIFA tersebut. 

Sikap FIFA ini kemudian mendapatkan respon dari Timnas Jerman. Para penggawa Timnas Jerman kedapatan melakukan gesture menutup mulut dengan menggunakan tangan saat bersiap menghadapi Jepang di putaran pertama penyisihan Grup E, Rabu (23/11/2022). 

Southgate pun mengungkapkan, Timnas Inggris tidak akan melakukan gesture apapun seperti yang dilakukan Timnas Jerman di laga kontra Jerman.

Rencananya, The Three Lions akan menghadapi Amerika Serikat di laga keempat penyisihan Grup B, Jumat (25/11/2022) malam WIB. 

''Ada eskalasi ancaman yang coba diterapkan sejumlah pihak. Apabila kami melakukan hal yang terburu-buru, maka kami berpeluang melakukan kesalahan."

"Saat ini, saya sendiri dan para pemain serta federasi akan sepenuhnya fokus pada permainan di atas lapangan,'' tutur Southgate seperti dikutip Mirror, Jumat (25/11/2022). 

Kendati begitu, mantan pelatih Middlesbrough itu menegaskan, Inggris tidak sepenuhnya menarik diri dalam dukungan terhadap kampanye One Love tersebut. Namun, dengan sanksi yang disiapkan FIFA, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak mau mengambil gegabah dalam mengambil langkah. 

''Saya rasa, kami harus merasa nyaman dengan sikap yang telah kami ambil. Bukan berarti kami tidak akan ambil bagian dalam dan tidak melakukan apapun. Kami akan melakukan sesuatu dalam momen yang tepat,'' ujar Southgate. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement