Jumat 25 Nov 2022 06:26 WIB

Pelatih Ghana Sebut Portugal Sengaja Dikasih Hadiah Penalti oleh Wasit

Kami kecewa sekali, apalagi melihat situasi penalti

Pelatih kepala Ghana Otto Addo memberi isyarat selama pertandingan sepak bola grup H Piala Dunia antara Portugal dan Ghana, di Stadion 974 di Doha, Qatar, Kamis, 24 November 2022.
Foto: AP/Hassan Ammar
Pelatih kepala Ghana Otto Addo memberi isyarat selama pertandingan sepak bola grup H Piala Dunia antara Portugal dan Ghana, di Stadion 974 di Doha, Qatar, Kamis, 24 November 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah Ghana menyerah 2-3 kepada Portugal, pelatih tim berjuluk Black Stars itu, Otto Addo, menegaskan gol penalti yang dicetak Cristiano Ronaldo dalam Piala Dunia kelimanya adalah "hadiah" .

Ghana nyaman mengimbangi Portugal sampai wasit Ismail Elfath memberikan penalti atas pelanggaran yang dibuat Mohammed Salisu kepada Ronaldo, dan ikon yang sudah menua itu mencetak gol pembuka dari titik penalti pada menit ke-65.

Ghana kemudian kalah 3-2 menyusul gol Joao Felix dan Rafael Leao, tetapi ketika ditanya siapa yang paling menyumbangkan kekalahan untuk timnya, Addo menjawab, "wasit".

"Kami kecewa sekali, apalagi melihat situasi penalti. Sampai saat itu kami sungguh menjalani pertandingan yang bagus," kata Addo.

"Saya kira itu keputusan yang salah banget, kami memainkan bola... Saya tidak tahu mengapa VAR tidak muncul, tidak ada penjelasan. Kemudian sulit menghadapi tim kelas dunia ketika mereka sudah unggul."

"Jika orang mencetak gol maka selamat, tapi itu benar-benar hadiah.... hadiah spesial dari wasit."

Ditanya apakah penalti akan diberikan untuk pemain lain selain Ronaldo yang berada di ambang menciptakan rekor, Addo menjawan, "Anda harus tanyakan kepada wasit".

"Saya tidak punya bukti bahwa keputusan berbeda akan dibuat untuk orang lain... Saya tak tahu apakah mereka tidak memperhatikan atau VAR tidak memperhatikan," sambung dia.

"Saya kira itu luar biasa, sebenarnya itu pelanggaran terhadap kami."

Pelatih Portugal Fernando Santos menepis kritik Addo itu dengan menyatakan ofisial VAR akan campur tangan seandainya melihat sesuatu yang tidak diinginkan.

"Jika VAR mengatakan wasit harus melihat sesuatu maka dia akan melihatnya," kata Santos.

"Jika VAR tidak memanggil wasit itu karena mereka melihat gambar dan tidak beranggapan ada sesuatu untuk dilihat."

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement