Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Kemenkominfo: Humas di Era Digital Harus Proaktif

Kamis 24 Nov 2022 23:15 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Acara City Tour Bersama Monumen Pers Solo pada Rabu (23/11). Dirjen IKP Kemenkomino Usman Kansong sebut humas di era digital harus proaktif.

Acara City Tour Bersama Monumen Pers Solo pada Rabu (23/11). Dirjen IKP Kemenkomino Usman Kansong sebut humas di era digital harus proaktif.

Foto: Istimewa
Dirjen IKP Kemenkomino Usman Kansong sebut humas di era digital harus proaktif.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Usman Kansong mengatakan dunia digital memungkinkan semua pihak untuk menjadi produsen informasi secara lebih intensif. Untuk itu, Humas sekarang ini harus lebih proaktif. Hal itu diungkapkannya dalam City Tour Bersama Monumen Pers Solo pada Rabu (23/11/2022).

Lebih lanjut digambarkan Usman, dulu sebelum digitalisasi mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, semua kegiatan komunikasi bersifat defensif dan menunggu konfirmasi. Semua menunggu diwawancara oleh pers atau jika membuat jumpa pers, juga harus melibatkan media.

“Kita sangat pasif. Sifatnya menunggu, kalaupun aktif, kita tidak pro,” kata Usman dalam rilisnya, Kamis (24/11/2022).

Usman mencontohkan, televisi Indonesia saat ini akan berubah menjadi digital. Dalam satu televisi akan ada banyak kanal. Satu mux (penyalur konten untuk televisi digital) ada 12 sampai 16 kanal. Kanal-kanal tersebut bisa diisi di masa depan ketika semua televisi di daerah sudah digital.

“Humas bisa saja menyewa atau kerja sama dengan penyelenggara mux. Misalnya ANTV, Metro TV atau MNC group untuk kita sewa di situ atau seperti apapun business dealnya. Kanal itu bisa kita isi dengan konten-konten yang kita create sendiri,” ujar Usman lagi.

Dilanjutkan Usman, di era digital sekarang ini, semua orang sudah bisa membuat konten di media sosial yang kemudian bisa dibagikan ke media atau ke publik secara umum tanpa harus menunggu jumpa pers atau menunggu konfirmasi. Kondisi ini menurutnya harus dimanfaatkan dengan baik oleh Humas.

“Kita sudah bisa secara proaktif. Itu satu hal yang saya kira penting bagi kita. Karena digital apapun sifatnya medium. Tergantung kepada kita,” ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA