Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Setelah 120 Tahun Anonim, Makam Mualaf Pertama di Inggris Ini Akhirnya Diberi Batu Nisan

Kamis 24 Nov 2022 13:40 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Agung Sasongko

Muslim Inggris melakukan aksi protes menentang penayangan gambar kartun Nabi Muhammad SAW. (ilustrasi)

Muslim Inggris melakukan aksi protes menentang penayangan gambar kartun Nabi Muhammad SAW. (ilustrasi)

Foto: EPA/Christopher Pledger
Fatima Elizabeth Cates miliki peran penting di awal penyebaran Islam di Inggris..

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Makam Muslimah mualaf pertama di Inggris dibiarkan tanpa batu nisan dan nama hampir 120 tahun. Namun kini, makam itu telah diberi nisan dan namanya. 

Meskipun namanya mungkin tidak diketahui banyak Muslim Inggris, Fatima Elizabeth Cates mengambil posisi yang sangat menonjol di awal penyebaran Islam di Inggris sebagai Muslimah Inggris pertama yang masuk Islam. 

Baca Juga

Dilansir di About Islam, Kamis (24/11), kini makam Fatima tidak akan lagi anonim setelah sebuah nisan dipasang di makam wanita Liverpool yang tetap tidak bertanda sejak era Victoria. “Meskipun dia baru berusia 35 tahun ketika dia meninggal, dampak dan warisan yang dia tinggalkan sangat besar,” kata seorang ibu dari Toxteth yang masuk Islam, Amirah Scarisbrick. 

Meskipun dia dari tahun 1800-an, kata Amirah, perjuangan yang dilakukan sejatinya adalah perjuangan untuk umat Muslim Inggris. Pihaknya meyakini bahwa perjuangan Fatima menjadi mualaf kala jauh lebih berat, maka dia dinilai sebagai sosok yang sangat menginspirasi.

"Jika Anda berpikir sekarang kami memiliki akses ke pendidikan dari seluruh dunia, kami memiliki informasi di ujung jari kami. Dia tidak memiliki kemewahan itu. Dia adalah orang pertama yang menjadi Muslim, wanita pertama di Liverpool. Ketika saya menjadi Muslim, sudah ada komunitas yang mapan di sana, jadi dia menginspirasi banyak hal karena dia yang pertama di masa-masa yang jauh lebih sulit," kata dia. 

Cates masuk Islam pada musim semi tahun 1887 setelah menghadiri ceramah Syekh Abdullah Quilliam. 

Nisan baru 

Sejak tahun 1900, jenazahnya terbaring di kuburan tak bertanda di pemakaman Anfield hingga Jumat lalu ketika sebuah nisan didirikan sebelum salat Isya. Berkat donasi yang terkumpul sebesar 1.700 Euro yang terkumpul dalam 24 jam di GoFundMe oleh Scarisbrick, makam Fatima diperbarui. 

Amirah dan anggota komunitas Muslim Liverpool lainnya memutuskan untuk mengukir nisan Fatima dengan bait terakhir puisi yang ditulisnya pada tahun 1892. Nisan itu berbunyi: "Maka semoga kita selalu mengindahkan, peringatan yang diberikan Tuhan, agar kita dapat dengan aman menapaki jalan menuju ke Surga."

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA