Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Pemerintah Maduro akan Lanjutkan Pembicaraan dengan Oposisi

Kamis 24 Nov 2022 10:49 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Pemerintah Venezuela yang dipimpin Nicolas Maduro dan oposisi politik dikabarkan akan melanjutkan pembicaraan pada Jumat (25/11/2022) waktu setempat.

Pemerintah Venezuela yang dipimpin Nicolas Maduro dan oposisi politik dikabarkan akan melanjutkan pembicaraan pada Jumat (25/11/2022) waktu setempat.

Foto: AP/Matias Delacroix
Pembicaraan akan mencakup masa depan tahanan politik dan pencabutan sanksi AS

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS - Pemerintah Venezuela yang dipimpin Nicolas Maduro dan oposisi politik dikabarkan akan melanjutkan pembicaraan pada Jumat (25/11/2022) waktu setempat. Pembicaraan ini bakal dilanjutkan kembali setelah menangguhkannya selama satu tahun.

Pengumuman tersebut dibuat oleh Presiden Kolombia Gustavo Petro. Seperti diketahui Petro telah menjadi pemain kunci dalam mencapai pendekatan tersebut.

"Pada 25 dan 26 November, pembicaraan antara (Presiden Venezuela Nicolas) pemerintah Maduro dan oposisi Venezuela akan dilanjutkan," tulis Petro di akun resmi Twitter-nya, seperti dikutip laman Anadolu Agency, Kamis (24/11/2022).

Meski rincian pertemuan masih belum diketahui, Petro mengumumkan beberapa hari lalu bahwa pembicaraan akan mencakup masa depan tahanan politik dan pencabutan sanksi AS untuk tujuan kemanusiaan. Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mengirim delegasi ke ibu kota Venezuela, Caracas, untuk membahas pelonggaran sanksi Washington.

Langkah ini akan membantu raksasa minyak AS Chevron memperluas operasinya di Venezuela.  Namun, Washington mengatakan bahwa ini hanya akan terjadi jika kedua pihak membuat kemajuan dalam pembicaraan politik.

Pembicaraan yang akan berlangsung di Meksiko di bawah mediasi Norwegia, juga akan mencakup pemilihan presiden Venezuela 2024. Pemilu menurut oposisi tidak dipercaya karena Maduro telah mengumumkan bahwa ia berencana untuk tetap berkuasa hingga 2030.

Maduro terpilih pada 2013 setelah kematian mantan presiden Hugo Chavez. Saat itu Maduro sebagai wakil presiden. Dia menjadi kandidat presiden lagi pada 2018 dalam pemilihan yang oleh oposisi dan AS disebut palsu karena beberapa penyimpangan dan kembali muncul sebagai pemenang.

Pengumuman dimulainya kembali negosiasi datang beberapa hari setelah Petro bertemu dengan mitranya dari Prancis Emmanuel Macron membahas situasi politik Venezuela. "Negosiasi sudah berlangsung. Mereka dibekukan, tetapi saya yakin mereka telah direvitalisasi,” kata presiden Kolombia di Paris saat itu.

"Kesepakatan politik dimungkinkan di Venezuela, seperti halnya kesepakatan damai di Kolombia," imbuhnya. Kendati demikian, sejauh ini, baik pemerintah maupun oposisi belum membuat pernyataan resmi tentang masalah ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA