Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Polisi Portugal Tangkap 35 Pelaku Perdagangan Manusia

Kamis 24 Nov 2022 07:18 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Perdagangan manusia/ilustrasi

Perdagangan manusia/ilustrasi

Foto: UsAFE
Polisi Portugas melakukan 65 penggerebekan dan menangkap puluhan tersangka

REPUBLIKA.CO.ID, LISBON -- Polisi Portugal menyatakan pada Rabu (23/11/2022), sebanyak 35 orang yang diduga terlibat dalam perdagangan manusia telah ditangkap. Peringkusan tersebut berhasil dilakukan dalam operasi besar-besaran yang mengerahkan sekitar 400 petugas di wilayah Alentejo selatan Portugal.

Kantor polisi kriminal PJ dalam sebuah pernyataan mengumumkan, sebanyak 65 penggerebekan dilakukan, menghasilkan penangkapan terhadap tersangka anggota jaringan perdagangan manusia yang secara ilegal membawa migran untuk bekerja di pertanian Alentejo. Para tersangka berusia 22 hingga 58 tahun adalah warga negara Portugis dan asing, sedangkan para korban berasal dari negara-negara termasuk Rumania, Moldova, India, Senegal, Pakistan, Maroko, dan Aljazair.

Operasi tersebut awalnya dilaporkan oleh CNN Portugal dan kemudian dikonfirmasi oleh polisi. "Para tersangka didakwa berat atas kejahatan asosiasi kriminal, perdagangan manusia, pencucian uang, pemalsuan dokumen, dan lainnya," kata polisi.

Jaksa penuntut umum mengkonfirmasi penggerebekan tersebut tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut karena penyelidikan berada di bawah kerahasiaan yudisial. Para penyelidik Portugal sebelumnya mengatakan, korban biasanya adalah migran miskin yang dibawa ke Portugal oleh komplotan penyelundup manusia dengan janji pekerjaan.

Tapi, setelah mereka mulai bekerja, dokumen identitas sering kali disita dan gajinya ditahan. Banyak migran pekerja itu pun dimasukkan ke dalam tempat tinggal umum yang suram dengan sedikit fasilitas.

Perdagangan tenaga kerja telah meningkat karena penduduk asli Portugal telah menua dan menurun di tengah penurunan tingkat kelahiran dan emigrasi ke negara-negara Uni Eropa utara yang lebih makmur. Faktor lain adalah depopulasi pedalaman pedesaan. Sementara itu, ekspor pertanian telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan pertanian besar semakin membutuhkan tenaga kerja murah.

Dewan Eropa mengatakan pada Juni tahun ini, pihak berwenang Portugal mengidentifikasi 1.152 orang yang diduga sebagai korban perdagangan manusia pada 2016-2020, yang sebagian besar dieksploitasi di sektor pertanian. Jumlah investigasi, penuntutan, dan hukuman tetap rendah dibandingkan dengan jumlah korban yang teridentifikasi.

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA