Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Wapres Minta Dakwah Al Irsyad Al Islamiyyah Kedepankan Semangat Persatuan

Rabu 23 Nov 2022 20:15 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agung Sasongko

Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka Muktamar Nasional ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah di Hotel Java Heritage, Sokanegara, Purwokerto, Rabu (23/11).

Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka Muktamar Nasional ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah di Hotel Java Heritage, Sokanegara, Purwokerto, Rabu (23/11).

Foto: BPMI/Setwapres
Wapres mengingatkan, keutuhan bangsa merupakan salah satu kunci keberhasilan negara.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO--Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara resmi membuka Muktamar Nasional ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah di Hotel Java Heritage, Sokanegara, Purwokerto, Rabu (23/11). Dalam sambutannya, Ma'ruf berharap dakwah Al Irsyad Al Islamiyyah mengedepankan semangat persatuan dan kebhinekaan.

Ma'ruf mengingatkan, keutuhan bangsa merupakan salah satu kunci keberhasilan negara. Karena itu, Ma'ruf tidak bosan mengingatkan Al Irsyad Al Islamiyyah membangun persaudaraan baik sesama Islam (ukhuwah Islamiyah), sesama bangsa (ukhuwah wathaniyah) maupun sesama manusia (ukhuwah insaniyah).

Baca Juga

"Paling utama lagi tentu bagi Al Irsyad adalah ukhuwah Irsyadiyah, tidak mungkin kita membangun ukhuwah islamiyah, membangun ukhuwah wathaniyah, membangun ukhuwah insaniyah apabila kita tidak bisa membangun ukhuwah irsyadiyah," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf mengatakan, adanya perbedaan pendapat di kalangan jamaah Al Irsyad maupun dengan lainnya, jangan sampai memicu perpecahan. Apalagi, memasuki tahun politik Pemilu 2024 mendatang.

"Karena itu dimana-mana saya katakan Pemilu, Pilpres, Pileg, berbeda partai berbeda capres supaya tidak membuat kita terbelah. Jangan kita kemudian menjadi terpecah," ujarnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia ini mengingatkan pedoman dalam ajaran Islam tentang menghormati keyakinan agama masing-masing. Karena itu, pedoman ini diharapkan juga diterapkan jamaah Al Irsyad dalam menyikapi perbedaan politik.

"Kita sudah punya pedoman lakum dinukum waliyadin, bagimu agamamu bagiku agamaku tapi kita tetap saudara sebagai bangsa. Dalam berbeda partai ya kita juga begitu lakum partaiukum walana partauna, bagimu partai kamu bagi kami partai kami, tetap bersaudara," ujarnya.

"Berbeda capres lakumukum walana capresuna, tidak perlu ada perseteruan apalagi sesama Al Irsyad. Kita tidak boleh berbeda kemudian berseteru. Mudah-mudahan kita bisa menjaga ukhuwah dengan sebaik-baiknya," tambah Ma'ruf.

Selain itu, Ma'ruf juga berharap kontribusi Al Irsyad yang selama ini banyak di bidang pendidikan dan kegiatan keagamaan turut mendukung pencapaian visi Indonesia emas 2045. Salah satunya dengan melahirkan banyak sumber daya manusia (SDM) unggul melalui pendidikan.

Ciri-ciri SDM unggul yang dibutuhkan saat ini adalah mereka yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. "Dalam tempo 23 tahun kedepan karena itu perlu sumber daya manusia unggul juga perlu pemimpin yang transformatif dan visioner dan inovatif sehingga tujuan kita itu akan bisa tercapai dengan cepat, Insyaallah," ujarnya.

Di samping itu, Ma'ruf juga berharap Al Irsyad melahirkan SDM yang sekaligus menguasai agama. Jadi, lanjut Ma'ruf, selain penguasaan Iptek, dibutuhkan juga SDM yang menguasai agama.

Sebab, Al Irsyad yang dikenal giat melakukan tajdid (gerakan pembaruan) dalam dakwahnya membutuhkan orang yang menguasai agama (al-muttafaqihina fiddin).

"Apalagi melakukan tajdid-tajdid itu, tidak ada tajdid kecuali melalui ijtihad dan tidak bisa berijtihad al-muttafaqihina fiddin kecuali yang bisa berijtihad itu orang yang betul-betul paham agama," ujarnya.

Ma'ruf juga berpesan agar keluarga besar perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyah agar setiap pendidikan dan dakwah yang disebarkan terus mengobarkan semangat merawat kebhinekaan, serta mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan keimanan dan ajaran Islam.

"Saya berharap Muktamar nasional ke-41 ini dapat membuahkan program kerja yang konkrit dan solutif sebagai sumbangsih perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyah kepada bangsa dan negara," ujarnya.

Muktamar Nasional ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah mengangkat tema "Membangun Al Irsyad Al Islamiyyah yang Maju, Bersahabat dan Bermartabat, untuk Indonesia Emas 2045". Muktamar dihadiri oleh 1.218 peserta yang terdiri dari Pimpinan Pusat, Biro Wanita, Pemuda, dan Mahasiswa Al Irsyad Al Islamiyyah dan akan berlangsung selama 3 hari hingga 25 November 2022.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA