Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Bek Senegal: Islam adalah Motivasiku di Piala Dunia 2022

Rabu 23 Nov 2022 15:08 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

 Bek Senegal: Islam Adalah Motivasiku di Piala Dunia 2022. Foto: Pemain Senegal  Cheikhou Kouyate mencium trofi setelah memenangkan pertandingan sepak bola final Piala Afrika 2022 antara Senegal dan Mesir di stadion Ahmadou Ahidjo di Yaounde, Kamerun, Senin (7/2/2022) dini hari WIB.

Bek Senegal: Islam Adalah Motivasiku di Piala Dunia 2022. Foto: Pemain Senegal Cheikhou Kouyate mencium trofi setelah memenangkan pertandingan sepak bola final Piala Afrika 2022 antara Senegal dan Mesir di stadion Ahmadou Ahidjo di Yaounde, Kamerun, Senin (7/2/2022) dini hari WIB.

Foto: AP/Sunday Alamba
Senegal adalah salah satu negara Muslim yang ikut Piala Dunia 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bek Timnas Senegal Cheikhou Kouyate mengatakan bahwa salah satu motivasinya di Piala Dunia 2022 adalah iman Islamnya.

Dilansir di About Islam, Rabu (23/11/2022), menghadapi banyak kemunduran di tingkat nasional selama satu dekade terakhir, bek Nottingham Forest Cheikhou Kouyate kini berseri-seri dengan harapan dan semangat saat menyambut Piala Dunia 2022. Yakni saat ia mengaitkan pencapaian negaranya dalam sepak bola sejauh ini dengan keyakinan Islamnya, serta cinta dan dukungan orang-orang.

Baca Juga

“Saya telah berada di tim yang luar biasa ini selama 10 tahun, tim nasional kami yang kami cintai, yang membuat kami ingin mati untuk itu di lapangan,” kata dia.

Kouyate menceritakan banyak kemunduran yang dia alami bersama timnas Senegal di beberapa turnamen, termasuk Olimpiade London 2012, Piala Dunia FIFA 2018, dan tiga turnamen Piala Afrika lainnya. Tetapi pada bulan Februari tahun ini, sesuatu yang telah ditunggu Kouyate selama satu dekade akhirnya terjadi. Yakni saat Senegal mengalahkan Mesir untuk memenangkan Piala Afrika (AFCON).

Allah menolong saya

Kouyate mengatakan keyakinannya yang kuat kepada Allah lah yang membantunya mengatasi kekecewaan yang berulang kali dan kemudian lolos ke Piala Dunia Qatar 2022.

“Bagi saya, itu adalah keyakinan saya, karena saya selalu mengatakan hal yang sama kepada teman-teman yang mengenal saya. (Saya akan mengatakan) jika kami tidak menang, kami telah mencoba, tetapi itu adalah takdir.' Ini bukan waktunya – bukan waktunya bagi kami untuk memegang piala itu di tangan kami. Nasib seseorang tidak terletak di tangan mereka. Tidak seorangpun. Takdir seseorang ada di tangan Allah, Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi besok. Tapi kamu harus percaya dengan usaha dan dirimu sendiri, sisanya serahkan dan berpasrah ke Allah,” kata dia.

Sebagai anggota dari 26 pemain timnas Senegal untuk Piala Dunia 2022, Kouyate bermimpi menjadi negara Afrika pertama yang mengangkat trofi terbesar dunia.

"Semuanya mungkin, dan insya Allah kami akan siap," kata dia.

Senegal adalah salah satu dari enam negara mayoritas Muslim yang berpartisipasi dalam Piala Dunia Qatar 2022. Negara Muslim lainnya adalah Qatar, Tunisia, Maroko, Iran, dan Arab Saudi. Populasi negara Afrika Barat sebagian besar adalah Muslim, mencapai 97,2 persen dari total populasi.

Berkenaan dengan Piala Dunia FIFA, timnas Senegal dianggap memiliki prestasi terbaik kedua untuk Dunia Muslim di FIFA sejauh ini, setelah Turki yang menempati posisi ketiga di Piala Dunia, Jepang, Korea Selatan 2002. Senegal dan Belanda saling berhadapan di Piala Dunia, Senin, 21 November.

Hingga menit ke-84 masing-masing tim mengincar gol pertamanya. Sepasang gol telat dari Cody Gakpo dan Davy Klaassen membantu Belanda mengamankan kemenangan 2-0 atas lawan Grup A. Sayangnya, Kouyate ditandu keluar karena cedera di Piala Dunia setelah dia tampak terkena serangan Frenkie de Jong saat dia melompat ke udara untuk memenangkan sundulan dengan 20 menit tersisa.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA