Selasa 22 Nov 2022 11:51 WIB

Vladimir Putin Gelar Pertemuan dengan Presiden Kuba

Kuba merupakan mitra yang sangat penting bagi Rusia.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan tentang prospek pengembangan pemuliaan seleksi nasional dan genetika melalui konferensi video di kediaman negara Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, Rusia, Senin, 21 November 2022. Putin diagendakan menggelar pertemuan dengan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez di Moskow pada Selasa (22/11/2022).
Foto: Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo v
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan tentang prospek pengembangan pemuliaan seleksi nasional dan genetika melalui konferensi video di kediaman negara Novo-Ogaryovo, di luar Moskow, Rusia, Senin, 21 November 2022. Putin diagendakan menggelar pertemuan dengan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez di Moskow pada Selasa (22/11/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin diagendakan menggelar pertemuan dengan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez di Moskow pada Selasa (22/11/2022). Selain mendiskusikan hubungan bilateral, Putin dan Bermudez juga akan menghadiri upacara peresmian monumen tokoh revolusioner Kuba, Fidel Castro, di Moskow utara.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan, Kuba merupakan mitra yang sangat penting bagi Rusia. Oleh sebab itu, ada banyak hal yang ingin dibahas Putin saat bertemu Bermudez. Menurut kantor berita Rusia, TASS, Putin dan Bermudez diharapkan membahas sejumlah isu internasional utama serta mendiskusikan prospek pengembangan lebih lanjut dari kemitraan strategis Rusia-Kuba di bidang politik, perdagangan, ekonomi, dan budaya.

Baca Juga

Putin dan Bermudez juga diagendakan hadir dalam acara peresmian monumen Fidel Castro di sebuah alun-alun di distrik Sokol, Moskow. Parlemen kota Moskow telah menyetujui gagasan pembangunan monumen tersebut pada 16 Februari lalu.

Miguel Diaz-Canel Bermudez tiba di Moskow pada 19 November lalu. Sebelumnya dia menyatakan keyakinannya bahwa perjalanan ke Rusia akan membantu memperkuat kerja sama antara Havana dan Moskow di bidang yang menjadi kepentingan bersama. Dia pun sempat mengomentari tentang perkembangan konflik Rusia-Ukraina.

Bermudez menekankan, sanksi Barat terhadap Rusia tidak akan berkontribusi untuk menyelesaikan krisis di Ukraina. Dia pun mendukung posisi Moskow yang menolak ekspansi Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) semakin dalam ke timur Eropa atau mendekati perbatasan Rusia. Isu akan dirangkulnya Ukraina ke dalam NATO menjadi salah satu faktor yang memanaskan situasi sebelum Rusia melancarkan serangan ke negara tetangganya tersebut pada 24 Februari lalu. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement